Sukses Tekan Kredit Bermasalah, BRI Catat Pencapaian NPL Terendah di Triwulan III 2024

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 12 November 2024 | 21:16 WIB
Nasabah Bank BRI nampak tersenyum bahagia. Sejumlah kemudahan dan fasilitas bagus diberikan oleh bank pelat merah tersebut kepada para nasabah.  (Dok. Pontianak Globe)
Nasabah Bank BRI nampak tersenyum bahagia. Sejumlah kemudahan dan fasilitas bagus diberikan oleh bank pelat merah tersebut kepada para nasabah. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil mencatat penyaluran kredit hingga Rp1.353,36 triliun pada akhir Triwulan III 2024, tumbuh 8,21 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sejalan dengan pertumbuhan ini, BRI juga berhasil menjaga kualitas aset dengan menekan rasio Non-Performing Loan (NPL) menjadi 2,90 persen, turun dari 3,07 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Marak Modus Tagihan Pajak Berbentuk APK, BRI Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Penipuan Perbankan

Tak hanya pada NPL, BRI juga mencatat perbaikan pada rasio Loan at Risk (LAR), yang turun dari 13,80 persen di akhir Triwulan III 2023 menjadi 11,66 persen pada Triwulan III 2024.

Direktur Manajemen Risiko BRI, Agus Sudiarto, menyatakan bahwa penurunan rasio NPL tersebut didukung oleh berbagai strategi komprehensif dalam pengelolaan kredit, mulai dari tahap awal (front-end), tahap pertengahan (mid-end), hingga tahap penyelesaian akhir (back-end).

“Di front-end, kami memperketat proses seleksi kredit baru dan melakukan supervisi terhadap kredit yang ada. Sejak awal triwulan II-2024, kami semakin selektif dalam penerimaan kredit baru,” jelas Agus dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2024.

Pengetatan seleksi kredit dilakukan dengan kriteria yang lebih ketat bagi calon debitur, sehingga hanya debitur yang memenuhi persyaratan yang dapat memperoleh kredit. Langkah ini efektif dalam menurunkan NPL BRI.

Baca Juga: Transformasi BRI, Kurangi Kantor Langkah Tingkatkan Inklusi Keuangan dengan AgenBRILink

“Kami sempat mengalami kenaikan NPL pada kuartal I 2024, namun melalui berbagai strategi yang diterapkan, tidak hanya NPL yang menurun, tetapi LAR juga menunjukkan perbaikan,” tambahnya.

Direktur Utama BRI Sunarso, menambahkan bahwa penurunan rasio NPL dan LAR ini merupakan hasil penerapan strategi manajemen risiko yang disiplin di semua lini bisnis.

BRI secara aktif memantau kualitas kredit dengan menggunakan Early Warning System untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini, serta memperkuat tim recovery guna menangani kredit bermasalah dengan lebih cepat dan efisien.

Baca Juga: Transformasi BRI, Kurangi Kantor Langkah Tingkatkan Inklusi Keuangan dengan AgenBRILink

Selain menjaga kualitas kredit yang terus membaik, BRI juga menyiapkan pencadangan yang memadai, dengan NPL Coverage mencapai 215,44%.

"BRI telah mengimplementasikan berbagai langkah mitigasi risiko, mulai dari selective growth, pemantauan kredit proaktif, penguatan pencadangan, hingga penyelesaian kredit bermasalah dengan pendekatan kolaboratif bersama nasabah," tutup Sunarso. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X