Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”
قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ
Qul innal-awwalīna wal-ākhirīn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian
لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ
Lamajmū‘ūn(a), ilā mīqāti yaumim ma‘lūm(in).
benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui.
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ
Ṡumma innakum ayyuhaḍ-ḍāllūnal-mukażżibūn(a).
Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta,
لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ
La'ākilūna min syajarim min zaqqūm(in).
pasti akan memakan pohon zaqum.
فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ
Fa māli'ūna minhal-buṭūn(a).
Artikel Terkait
Niat, Tata Cara dan Bacaan Doa Sholat Dhuha Lengkap dengan Tulisan Latin dan Artinya
Keutamaan Sholat Rawatib yang Dianjurkan Rasulullah, Satu di Antaranya Allah Angkat Derajatnya
Bolehkah Tahiyat Tanpa Pakai Sayidina Ketika Membaca Shalawat dalam Sholat ?
Bagaimana Cara Sholat Khusu ? Tips Untuk Kamu yang Terkadang Pikiran Masih Kemana-mana saat Sholat
Bolehkah Sholat Tanpa Memakai Usholi Langsung Takbir dan Berniat dalam Hati Berbarengan dengan Takbir ?
Apa yang Harus Dilakukan Suami Jika Istri Tidak Sholat ?