religi

Laurensius Kubal Lukis Yesus versi Dayak: Seniman Dayak Menggambar Yesus pada 1981, Namun Kurang Dimengerti

Rabu, 3 Mei 2023 | 20:10 WIB
Lukisan karya Laurensius Kubal di Wisma Emaus, Nyarumkop, Singkawang Kalbar. Wisma Emaus dulunya sempat menjadi biara Bruder kongregasi Maria Tak Bernoda (MTB). Kubal melukis Keluarga Kudus yaitu Yesus, Maria dan Santo Yoseph versi Dayak. Ia juga menggambarkan suku bangsa datang kepada Yesus. (Pontianak Globe/Andreas Harsono)

Negara Indonesia belum terbiasa dengan identitas jamak dan kebijakan multikultural.

Ada berbagai macam aturan, yang dibuat sejak kemerdekaan 1945, membuat identitas tunggal saja.

Di Bengkayang, Laurensius Kubal, sudah berusaha memperkenalkan Yesus dan Dayak, dalam lukisan dan relief.

Yesus bisa bertambah dengan Dayak. Dan, Dayak bisa bertambah dengan  Yesus.

Di rumahnya di Ketiat, Kubal tanya apa yang bisa dibikin lagi buat kembali jadi seniman, “Sudah jadi tukang saya ini.”

Saya usul membuat lukisan Kuan Kwong dari mitologi Sam Kok, tentu saja, dengan identitas Dayak.

Orang-orang yang suka pada Kwang Kong banyak di Kalimantan Barat.

Kubal tertawa lebar.

Dia janji akan bikin Kuan Kwong versi Dayak. (Andreas Harsono)

* Penulis adalah seorang wartawan dan peneliti, menulis buku Race, Islam and Power: Ethnic and Religious Violence in Post-Soeharto Indonesia

Halaman:

Tags

Terkini