Laurensius Kubal Lukis Yesus versi Dayak: Seniman Dayak Menggambar Yesus pada 1981, Namun Kurang Dimengerti

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 3 Mei 2023 | 20:10 WIB
Lukisan karya Laurensius Kubal di Wisma Emaus, Nyarumkop, Singkawang Kalbar. Wisma Emaus dulunya sempat menjadi biara Bruder kongregasi Maria Tak Bernoda (MTB). Kubal melukis Keluarga Kudus yaitu Yesus, Maria dan Santo Yoseph versi Dayak. Ia juga menggambarkan suku  bangsa datang kepada Yesus. (Pontianak Globe/Andreas Harsono)
Lukisan karya Laurensius Kubal di Wisma Emaus, Nyarumkop, Singkawang Kalbar. Wisma Emaus dulunya sempat menjadi biara Bruder kongregasi Maria Tak Bernoda (MTB). Kubal melukis Keluarga Kudus yaitu Yesus, Maria dan Santo Yoseph versi Dayak. Ia juga menggambarkan suku bangsa datang kepada Yesus. (Pontianak Globe/Andreas Harsono)

Yesus pakai cawat kulit kayu dan gelang tangan dari batu giok. Para prajurit ada bulu burung enggang.

Pontius Pilatus mungkin tak pernah membayangkan bahwa ajaran pengkhotbah yang dihukumnya tersebut, dalam tiga abad, perlahan-lahan menyebar ke seluruh kerajaan Romawi. Yesus terkenal dengan khotbah,

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Pada tahun 313, Kaisar Konstantinus hentikan diskriminasi terhadap orang-orang Kristen.

Konstantinus juga menjamin kebebasan beragama dan kepercayaan di seluruh kerajaan.

Orang boleh beribadah dan menyembah jubata apapun yang mereka imani.

Di Biara Provedentia, Singkawang, Laurensius Kubal mengamati 14 relief yang dibuatnya pada 1981 buat menggambarkan Via Dolorosa di Yerusalem.

Dia menggambarkan Yesus disalib tapi pakai busana Dayak.

Ketika pulang dari Singkawang menuju Bengkayang, Kubal mengatakan, “Saya tidak sangka ada orang yang datang menghargai saya.”

Dia berpendapat karya seninya kurang dimengerti masyarakat Kalimantan Barat.

Warga Katolik tetap suka “Bunda Maria” digambarkan dengan wajah Eropa, pakai baju panjang, kulit warna putih.

Karakter Yesus juga disukai dengan wajah Eropa, rambut pirang, hidung mancung, kulit putih.

Pokoknya, bila didatangi berbagai Gua Maria atau gereja Katolik, karakter-karakter yang ditampilkan, dari lukisan sampai patung, semua bercorak Eropa.

Bila ada upaya sedikit lebih, Yesus digambarkan dengan pakaian Timur Tengah. Bukan Yesus dengan kulit tembaga, hidung mungil, dan gelang tangan.

Kubal kecewa. Dia memutuskan kerja lebih buat mencari uang, apalagi sesudah menikah, daripada menjadi seniman. Dia sempat tinggal di Jakarta selama 15 tahun.

“Jadi seniman perlu waktu buat berpikir. Tapi tidak dihargai.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X