Laurensius Kubal Lukis Yesus versi Dayak: Seniman Dayak Menggambar Yesus pada 1981, Namun Kurang Dimengerti

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 3 Mei 2023 | 20:10 WIB
Lukisan karya Laurensius Kubal di Wisma Emaus, Nyarumkop, Singkawang Kalbar. Wisma Emaus dulunya sempat menjadi biara Bruder kongregasi Maria Tak Bernoda (MTB). Kubal melukis Keluarga Kudus yaitu Yesus, Maria dan Santo Yoseph versi Dayak. Ia juga menggambarkan suku  bangsa datang kepada Yesus. (Pontianak Globe/Andreas Harsono)
Lukisan karya Laurensius Kubal di Wisma Emaus, Nyarumkop, Singkawang Kalbar. Wisma Emaus dulunya sempat menjadi biara Bruder kongregasi Maria Tak Bernoda (MTB). Kubal melukis Keluarga Kudus yaitu Yesus, Maria dan Santo Yoseph versi Dayak. Ia juga menggambarkan suku bangsa datang kepada Yesus. (Pontianak Globe/Andreas Harsono)

Minggu lalu, Fransiskus Marius Markim, seorang petani Bengkayang, mengajak saya buat menemani Kubal mengunjungi Wisma Emaus maupun Biara Providentia di Singkawang, dimana relief Via Dolorosa tersebut dipasang.

Kubal tinggal di desa Ketiat, Bengkayang, bersama isteri dan dua dari tiga anaknya.

Anak sulung, Frans Indonesianus, pernah jadi aktor film di Jakarta, kini tattoo artist, dan tinggal di Sambas.

Ini pertama kali Kubal melihat kembali karya-karyanya sesudah empat dekade.

Kubal senang bahwa karya-karyanya masih diingat orang.

 

Relief di Susteran

Stella Marris, seorang suster Katolik, menerima kami bertiga, masuk di halaman belakang Biara Providentia di Singkawang. Kami berjalan melihat-lihat karya-karya Kubal.

Stella Marris bilang mereka ingin relief tersebut diperbaiki.

Mereka tak tahu siapa pembuatnya.

“Dulu Suster (kepala) tahu Bapak darimana bisa buat ini?” tanya Stella kepada Kubal.

“Dari Pastor Paulus Kota,” kata Kubal.

“Itu abange, sepupu, Pastor Paulus kota,” kata Markim.

Laurensius Kubal bersama Markim dan Suster Stella Marris dari kongregasi Klaris Kapusines di Biara Providentia Singkawang, Kalbar.
Laurensius Kubal bersama Markim dan Suster Stella Marris dari kongregasi Klaris Kapusines di Biara Providentia Singkawang, Kalbar. (Pontianak Globe/Andreas Harsono )
Mereka lantas saling tukar nama berbagai kerabat Dayak yang mereka saling kenal. Mereka semuanya orang Dayak Ahe.

Dalam karya Via Dolorosa, Kubal juga menggambarkan para prajurit Romawi dan Yesus, dengan ornamen Dayak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X