PONTIANAKGLOBE.COM -- Rabu Abu arau Ash Wednesday adalah hari yang sangat penting bagi umat Katolik. Sebab, Rabu Abu menandai dimulainya masa 40 hari puasa Katolik yang disebut sebagai masa Prapaskah atau Lent.
BACA JUGA: Sejarah Perang Salib, yang Membuat Trauma di Kawasan Eropa dan Timur Tengah
Rabu Abu sendiri adalah hari di mana umat Katolik menandai dahi mereka dengan abu yang berasal dari daun palem yang telah dibakar pada hari Minggu Palma di tahun sebelumnya.
Prosesi penandainya dilakukan oleh imam atau pastor gereja dengan menggunakan abu dan memberikan tanda salib pada dahi umat.
BACA JUGA: Sejarah Jam Tangan Rolex, Jam Tangan Mewah dengan Harga Selangit
Makna dari penandain ini adalah sebagai tanda kerendahan hati dan pengakuan dosa serta niat untuk memperbaiki diri dan memperdalam iman.
Dalam ibadah Kristen Katolik, puasa merupakan bentuk penyangkalan diri dan pengorbanan untuk membersihkan diri dari dosa dan untuk mempersiapkan diri menjelang peringatan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
BACA JUGA: Daftar Terbaru 38 Provinsi di Indonesia dan Nama Ibu Kotanya yang Kamu Harus Tahu
Selama masa Prapaskah, umat Katolik diajarkan untuk lebih intens berdoa, memperdalam pembacaan Kitab Suci, dan melakukan amal kebajikan sebagai bentuk persiapan diri menjelang peringatan Paskah, yaitu peringatan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.
Masa Prapaskah berakhir pada hari Minggu Paskah atau hari raya kebangkitan Kristus.
Artikel Terkait
Paus Sebagai Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik Roma. Mengapa Disebut Penerus Tahta Santo Petrus?
Pemakaman Paus Emeritus Benediktus XVI: Inilah yang Perlu Diketahui Umat Katolik
Kardinal Angel Ayuso Mau ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Bawa Rosario Untuk Wartawan Katolik Indonesia
Pastor Dr Maxi Un Bria Pimpin PERPETAKI 2023-2026. Ini Fungsi PERPETAKI Dalam Perguruan Tinggi Agama Katolik
Pemuda Katolik Minta Wali Kota Bandar Lampung Turun Tangan Soal Izin Gereja. Buntut Ibadah Dipaksa Berhenti