Menemukan Kekuatan dalam Kesucian: Kisah Beato Jordan dari Saxony Seorang Ordo Dominikan Pertobatkan Ribuan Orang dengan Kotbahnya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 4 Juni 2024 | 06:29 WIB
Jordan Saxony
Jordan Saxony

PONTIANAKGLOBE.COM -- Beato Jordan dari Saxony (1190-1237) atau biasa juga dikenal dengan Jordan Saxony lahir di Jerman.

Ia berasal dari keluarga bangsawan.

Ia lahir dan besar di Jerman.

Namun kemudian pindah ke Paris untuk melanjutkan studi di universitas terkenal di kota tersebut.

Di Paris lah dia bertemu dengan Santo Dominikus.

Baca Juga: KWI Dukung Penuh Pembentukan Sekolah Menengah Katolik Negeri oleh Kemenag

Setelah pertemuannya dengan Reginald dari Orleans, Jordan memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Dominikan pada tahun 1220.

Hanya satu tahun kemudian, dia dipilih oleh Kapitel Umum untuk menggantikan Santo Dominikus sebagai Master Ordo.

Kesucian Beato Jordan

Penulis biografi awal, Gerald de Frachet, menggambarkan Jordan sebagai penerus yang paling layak dari Dominikus.

Jordan dikenang sebagai 'cermin dari setiap aspek ketaatan beragama', teladan kebajikan, dan pria dengan kesucian pikiran serta tubuh yang tak bercacat.

Baca Juga: Menag Yaqut Cholil Qoumas Instruksikan Pembentukan Sekolah Menengah Katolik Negeri

Teladan hidup Jordan dikatakan telah menarik seribu pria untuk bergabung dengan Ordo Dominikan.

Syafaatnya masih sering diminta untuk membangkitkan semangat pria dan wanita serta memimpin mereka menguduskan hidup kepada Tuhan dalam kebiasaan putih Santo Dominikus.

Dalam banyak kisah tentang Beato Jordan, selalu disebutkan mengenai amal, kesabaran, dan cintanya terhadap sesama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: dominikan.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X