KWI Dukung Penuh Pembentukan Sekolah Menengah Katolik Negeri oleh Kemenag

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 18 Mei 2024 | 23:05 WIB
Sekjend KWI, Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM.
Sekjend KWI, Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM.

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memberikan sambutan positif terhadap usulan Kementerian Agama mengenai pembentukan Sekolah Menengah Katolik Negeri (SMAK) sebagai lembaga pendidikan keagamaan Katolik yang dikelola oleh pemerintah.

Sekretaris Jenderal KWI, Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM, menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program ini mengingat beberapa keuskupan telah mendirikan Sekolah Menengah Negeri Katolik, yang akan memperkaya fasilitas pendidikan yang tersedia.

“Beberapa keuskupan sebenarnya telah mendirikan Sekolah Menengah Negeri Katolik di beberapa lokasi. Jadi, prinsipnya KWI sangat mendukung program ini,” kata Paskalis di Kantor KWI, Jakarta Pusat, pada Jumat.

Baca Juga: Terobosan Baru Kementerian Agama! 3 SMA Katolik Kini Berstatus Negeri, Apa Bedanya?

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa keuskupan telah memiliki Taman Kanak-Kanak (TK) Katolik Negeri yang dikenal sebagai Taman Seminari.

Dengan dukungan pemerintah melalui Kemenag, KWI yakin akan ada peningkatan pada fasilitas pendidikan tersebut, baik melalui pembiayaan maupun peningkatan mutu melalui penyediaan guru berkualitas.

“Kami siap mendukung karena di beberapa tempat, kami sudah memulai di tingkat TK yang disebut Taman Seminari. Di tingkat SMA, ada juga kerja sama antara keuskupan dengan Kementerian Agama melalui Dirjen Bimas Katolik,” jelasnya.

Baca Juga: Romo Andre OP di Perayaan Paskah Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo; “Roti Yang Hidup”

Sebelumnya, pada Kamis, Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas telah meminta kepada jajarannya untuk segera membentuk Sekolah Menengah Katolik Negeri sebagai lembaga pendidikan keagamaan Katolik yang dimiliki pemerintah.

Gus Men, sapaan akrab Menag Yaqut, mengatakan bahwa pendirian Sekolah Menengah Katolik Negeri adalah bagian dari kontribusi negara serta sebagai tanda keterlibatan negara dalam pendidikan keagamaan, khususnya bagi umat Katolik. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X