Promotor Religius Romo Andreas Kurniawan OP Ingatkan Dominikan Awam Bertekun Dalam Doa dan Berfikiran Baik

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 11 Oktober 2023 | 12:15 WIB
Sebanyak 51 Dominikan Awam Chapter Santo Dominikus Pontianak mengucapkan kaul di hadapan Promotor Religius Romo Andreas Kurniawan OP, didampingi Asisten Religius Sr Benedita OP dan President Chapter St Dominikus Pontianak Fransiskus Edy OP di Gereja St Santo Agustinus, Stasi Senakin. (Pontianak Globe/Romanus)
Sebanyak 51 Dominikan Awam Chapter Santo Dominikus Pontianak mengucapkan kaul di hadapan Promotor Religius Romo Andreas Kurniawan OP, didampingi Asisten Religius Sr Benedita OP dan President Chapter St Dominikus Pontianak Fransiskus Edy OP di Gereja St Santo Agustinus, Stasi Senakin. (Pontianak Globe/Romanus)

PONTIANAKGLOBE.COM, SENAKIN -- Sebanyak 51 Anggota Dominikan Awam Chapter Santo Dominikus Pontianak mengucapkan kaul di Gereja Santo Agustinus, Stasi Senakin, Paroki St Yohanes Pemandi Pahauman, Keuskupan Agung Pontianak, Minggu, 8 Oktober 2023.

Pengucapan kaul dirangkai dengan misa syukur bersama umat Katolik setempat yang dipersembahkan Promotor Religius Romo Andreas Kurniawan OP.

Dalam misa tersebut, Romo Andreas Kurniawan OP menyampaikan homili atau khotbah yang memotivasi.

Baca Juga: 51 Dominikan Awam Chapter Santo Dominikus Pontianak Ucapkan Kaul Serta Doakan Arwah di Pemakaman Katolik

Dalam khotbahnya, Romo Andre -- panggilan akrab Romo Andreas Kurniawan OP -- berbagi kisah masa kecilnya ketika ia terpisah dari ibunya di pasar.

Dalam ketakutan dan kebingungannya, ia hanya bisa menangis keras, yang akhirnya menarik perhatian orang di sekitarnya, dan ibunya berhasil menemukannya.

Kejadian ini memberikan pemahaman yang dalam tentang pentingnya usaha dalam mencari jalan keluar dari situasi sulit.

"Bagaimana kita bisa meraih damai? Yang pertama, kita harus berusaha. Bagi anak kecil, mungkin itu hanya berarti menangis, tetapi bagi orang dewasa, kita harus berdoa. Anak kecil butuh waktu dan proses untuk berdoa, tapi kita harus berusaha untuk menemukan jalan keluar," kata Romo Andre.

Baca Juga: Kapela Santo Fransiskus Asisi Koperapoka, Tempat Pembinaan Iman Umat Suku Kamoro Pemilik Hak Ulayat Mimika

Romo Andre kemudian mengaitkan pengalaman ini dengan tujuan Ordo Dominikan yang utama: 'keselamatan jiwa-jiwa.'

Ia mengingatkan umat bahwa Santo Dominikus (1170-1221) yang adalah pendiri Ordo Pengkotbah (Ordo Praedicatorum) disingkat OP yang disebut juga sebagai Ordo Dominikan pernah menangis setiap malam karena keprihatinannya melihat banyak orang yang tersesat dan tidak mencapai tujuan hidup mereka selama masa perang.

Santo Dominikus tidak hanya menangis, tetapi juga berdoa dengan tulus. Ia percaya bahwa doa dapat menyelamatkan banyak orang dan membawa mereka ke jalan yang benar.

"Untuk itu dia (Santo Dominikus) buat kelompok, dia cari teman-teman supaya dia tidak sendirian, supaya banyak orang bisa selamat," tambah Romo Andre.

Ordo Dominikan, yang didirikan oleh Santo Dominikus, memiliki satu tujuan utama: keselamatan jiwa.

Baca Juga: Misi Agung di Vietnam, Inilah Kisah Santo Fransiskus Jaccard

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X