"Klien kami mengalami luka akibat dugaan serangan menggunakan senjata tajam. Kami berharap aparat penegak hukum menangani perkara ini secara profesional dan memberikan kepastian hukum bagi korban," katanya.
Baca Juga: Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Kasus Tambang Galian C di Bulusan Banyuwangi Naik ke Tahap Penyidikan
Sementara itu, Ketua FRKP, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, mengaku prihatin atas musibah yang menimpa salah satu anggotanya.
Menurut Stephanus, Anton telah bergabung dengan FRKP sejak 2005 dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari penanganan banjir, kebakaran, pandemi Covid-19, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya.
"Anton selama ini dikenal sebagai pribadi yang selalu siap membantu masyarakat. Kami berharap proses hukum berjalan sesuai ketentuan sehingga keadilan dapat dirasakan oleh korban," ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.
Redaksi juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak yang disebutkan dalam laporan guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan. ***
Artikel Terkait
Karolin Minta Panglima Tindak Oknum Anggota TNI Pelaku Penusukan Warga Jelimpo Landak di Jakarta
Anggota Polres Sintang Jadi Korban Penusukan di Sintang, Begini Kronologinya
Aksi Cepat Polres Sintang, Tiga Pelaku Penusukan di Jalan Lintas Melawi Berhasil Ditangkap. Korbannya Anggota Polisi
Menembus Batas Altar, Kiprah Kemanusiaan Tanpa Sekat Bruder Stephanus Paiman OFM Cap
Petouring Italia Tinggalkan Pontianak Setelah 12 Hari Bersama Komunitas Vespa FRKP
Brotherhood Rolling City Satukan Komunitas Motor di Pontianak, Br Stephanus Paiman Sebut Wadah Positif yang Patut Didukung