Mereka memahami nilai-nilai tradisional seperti kerja keras, tanggung jawab, dan kesabaran.
Namun pada saat yang sama juga cukup terbuka terhadap perubahan, inovasi, dan perkembangan teknologi.
Kombinasi inilah yang membuat banyak Xennial mampu beradaptasi dengan cepat dalam berbagai situasi sosial maupun profesional.
Pembagian Generasi dari Masa ke Masa
Berikut pembagian generasi yang umum digunakan saat ini:
| Generasi | Tahun Kelahiran |
|---|---|
| Silent Generation | 1928–1945 |
| Baby Boomers | 1946–1964 |
| Generasi X | 1965–1980 |
| Xennial (Micro Generation) | 1977–1983 |
| Generasi Y / Milenial | 1981–1996 |
| Generasi Z | 1997–2012 |
| Generasi Alpha | 2013–2025 |
Perlu dicatat bahwa rentang tahun kelahiran dapat sedikit berbeda tergantung lembaga atau penelitian yang digunakan.
Khusus Xennial, kelompok ini memang berada di wilayah yang tumpang tindih antara Generasi X dan Milenial sehingga sering disebut sebagai micro-generation.
Pada akhirnya, pembagian generasi hanyalah cara untuk memahami perubahan sosial yang terjadi dari waktu ke waktu.
Karakter seseorang tetap dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, pengalaman hidup, serta budaya tempat ia tumbuh.
Namun bagi mereka yang lahir pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an, istilah Xennial sering terasa cukup tepat.
Mereka pernah merasakan dunia tanpa internet, tetapi juga menjadi saksi sekaligus pelaku transformasi digital yang mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berkomunikasi.
Mungkin karena itulah Xennial kerap disebut sebagai generasi yang paling mudah menjembatani masa lalu dan masa depan. ***
Artikel Terkait
Guru Besar Untan: Jika PKS Rugikan Petani, Izin Operasional Harus Dicabut
Harga TBS Rp2.300 per Kilogram, Prof Gusti: Yang Hilang Bukan Sekadar Angka
Prof Gusti Hardiansyah Minta Audit Tata Niaga Sawit, Soroti Peran Loading Ramp dan Pengumpul
Panitia Pembangunan GKE Betlehem Pontianak Dilantik, Siap Wujudkan Gedung Gereja Permanen
Hampir 10 Tahun Beribadah di Rumah Sewa, GKE Betlehem Pontianak Bersiap Bangun Gereja Sendiri
Melirik Tren Work from Cafe (WFC) di Pontianak: Produktivitas Riil atau Cuma Validasi Gaya Hidup?