Kampung Caping Pontianak, Saat Budaya Melayu dan Kepedulian Lingkungan Bertemu

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:24 WIB
Artis Lisa A. Riyanto mencoba membuat caping–topi berbahan daun berbentuk kerucut–saat mengunjungi Kampung Wisata Caping di Kota Pontianak, Jumat (29/05/2026).  (Komsos KAP)
Artis Lisa A. Riyanto mencoba membuat caping–topi berbahan daun berbentuk kerucut–saat mengunjungi Kampung Wisata Caping di Kota Pontianak, Jumat (29/05/2026). (Komsos KAP)

Bagi peserta PKSN XIII, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan.

Artis senior Lisa A. Riyanto yang turut mendampingi kunjungan mengaku terkesan dengan kreativitas masyarakat setempat dalam mengembangkan produk berbasis budaya.

“Kerajinan lokal memiliki nilai budaya dan ekonomi yang besar. Awalnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, kemudian berkembang menjadi produk unggulan bahkan mampu menembus pasar yang lebih luas,” katanya.

Menurut Lisa, keberhasilan komunitas seperti Kampung Caping menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan yang disimpan, melainkan aset yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah arus modernisasi, Kampung Caping menghadirkan pelajaran sederhana namun penting: identitas budaya dapat tetap hidup ketika masyarakat merawatnya bersama.

Dari anyaman caping, rumah tua yang dipelihara, hingga kebiasaan mengurangi sampah plastik, semuanya menjadi bagian dari cerita tentang bagaimana tradisi terus menemukan tempatnya di masa kini.

Bagi para peserta PKSN XIII, kunjungan ke Kampung Caping bukan sekadar wisata budaya. Mereka melihat secara langsung bagaimana sebuah komunitas menjaga akar tradisinya sambil menjawab tantangan zaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X