Menjaga Wajah dan Suara Manusia di Era Digital

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Kamis, 28 Mei 2026 | 00:06 WIB
Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo (Mgr Didik) didampingi Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak (KAP), Mgr Agustinus Agus memasuki lokasi PKSN XIII 2026 di Pontianak. Foto: Komsos KAP.
Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo (Mgr Didik) didampingi Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak (KAP), Mgr Agustinus Agus memasuki lokasi PKSN XIII 2026 di Pontianak. Foto: Komsos KAP.

“Keaslian memiliki nilai yang luhur. Menjadi diri sendiri dan mempertahankan kejujuran adalah sesuatu yang suci,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa keaslian bukan hanya soal penampilan, tetapi juga menyangkut identitas, karakter, dan cara seseorang berkomunikasi dengan orang lain.

Dalam kesempatan tersebut, Uskup Agustinus Tri menegaskan bahwa tanggung jawab membentuk manusia yang otentik merupakan tugas bersama.

Dia menempatkan keluarga sebagai pihak pertama yang berperan penting dalam membentuk karakter anak sejak dini.

Menurutnya, jika sikap acuh tak acuh dan kepalsuan mulai tumbuh dalam keluarga, hal tersebut dapat terbawa hingga kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, keluarga menjadi tempat pertama untuk menanamkan nilai kejujuran, kepedulian, dan ketulusan.

Selain keluarga, Gereja juga memiliki peran penting melalui komunikasi sosial atau komsos untuk terus mendampingi umat di tengah perubahan zaman.

Gereja dipanggil untuk mengingatkan manusia tentang panggilan hidup yang suci, terutama dalam menjaga keaslian diri dalam setiap perjumpaan.

Dia juga menyoroti peran guru, dosen, pendamping, dan generasi muda dalam membimbing generasi berikutnya agar mampu menggunakan teknologi secara bijaksana.

Menurutnya, kaum muda memiliki posisi strategis karena hidup di tengah perkembangan teknologi yang terus bergerak maju.

“Generasi muda diharapkan mampu menjadi teladan dan membantu membimbing generasi berikutnya agar teknologi digunakan secara bijaksana,” tuturnya.

Di sisi lain, negara juga dinilai memiliki tanggung jawab penting dalam menghadirkan regulasi yang mampu mengarahkan perkembangan teknologi agar tetap membawa manfaat bagi masyarakat.

Pada akhir wawancara, Uskup Agustinus Tri mengaitkan pentingnya perjumpaan manusia dengan makna Ekaristi dalam iman Katolik.

Dalam Ekaristi, umat diajak menatap wajah Tuhan Yesus secara mendalam dan membangun relasi yang sungguh-sungguh dengan Tuhan.

Menurutnya, nilai yang sama perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni keberanian untuk menatap sesama dengan tulus dan jujur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Majalah DUTA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X