Dia menyebut ketidakmampuan seseorang untuk menatap orang lain terkadang dapat menjadi tanda adanya rasa takut, minder, luka batin, atau bahkan kebencian yang tersimpan.
Karena itu, manusia diajak untuk terus belajar membangun ketulusan, kejujuran, dan keberanian untuk hadir secara utuh dalam setiap perjumpaan.
Di akhir pesannya, Uskup Agustinus Tri juga menekankan pentingnya peran komunikasi sosial Gereja dalam mempromosikan mentalitas baru melalui komunitas-komunitas Gereja, media, serta sekolah-sekolah Katolik.
Upaya tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat, terutama generasi muda, menjaga wajah dan suara manusia agar tetap otentik di tengah kemajuan teknologi.
Pesan yang disampaikan dalam Misa Pembukaan PKSN tahun ini menjadi pengingat bahwa di tengah kecanggihan teknologi, manusia tetap dipanggil untuk menjaga identitas, kejujuran, dan nilai kemanusiaannya agar tetap menjadi pribadi yang utuh di tengah dunia yang terus berubah. ***
Artikel Terkait
Artis Lisa A. Riyanto Bagikan 'Resep' Harmonis Keluarga di Tengah Gempuran AI
Mimpi Punya Rumah Umur 30 Tahun? Ini Strategi Racik Portofolio Reksa Dana dari Sekarang
Mengenal Istilah 'Dividen Hunter' TRik dan Cara Dapat Duit Pasif dari Saham Raksasa RI
Lahan di Kubu Raya Makin Melejit, Mending Nabung Beli Tanah Kavling atau Saham Properti?
Kebisingan Digital, Uskup Didik Ingatkan Komsos Tak Sekadar Pengguna Teknologi
Menjaga Wajah dan Suara Manusia di Era Digital