Anton menegaskan keluarganya kini sedang berjuang mencari keadilan melalui jalur hukum dan pengawasan resmi.
“Kami bukan keluarga kaya atau yang punya kuasa. Kami hanya keluarga petani yang sedang berusaha mencari keadilan,” tegas Anton.
Ia juga mengungkapkan keluarga telah menyampaikan pengaduan dan permohonan pengawasan kepada Propam terkait penanganan perkara tersebut.***
Artikel Terkait
Dorong Penggunaan Pupuk Organik, Presiden Minta Mentan Sesuaikan Aturan Pupuk Subsidi
Korupsi Pabrik Pupuk NPK di Perusda Kalbar Sebabkan Kerugian Negara Rp2,6 Miliar, Ini Putusan Hakim
Subsidi Pupuk Langsung ke Petani, 27.000 Distributor Tak Lagi Jadi Perantara
Kementan Cabut Izin 2.039 Kios Pupuk Bersubsidi yang Curang, Kerugian Petani Capai Rp600 Miliar per Tahun
Pemerintah Pangkas Harga Pupuk, Prabowo Pastikan Negara Hadir di Sawah dan Kebun
Turun 20 Persen! Pupuk Kini Lebih Terjangkau, Petani Jonggol Bilang 'Terima Kasih Pak Presiden'