Keluarga mulai khawatir karena tidak dapat menghubungi dr Myta dan meminta rekannya mengecek kondisi di kos.
“Dokter MAA ditemukan dokter F di bawah tangga dalam kondisi linglung,” ungkap Rudi.
“Setelah ditanya, dr MAA menjawab ingin berangkat kerja. Kondisinya sudah confused, linglung, mungkin hipoksia,” lanjutnya.
Setelah itu, dr Myta menjalani perawatan di rumah sakit tempatnya bertugas sejak 15 hingga 20 April 2026 sebelum sempat diperbolehkan pulang.
Baca Juga: Polisi Ungkap Modus Oknum Kiai Cabul di Ponpes Pati
Namun sehari kemudian kondisinya kembali memburuk hingga dirujuk ke RSUP Dr Mohammad Hoesin pada 27 April 2026.
Dokter Myta langsung dirawat di ruang isolasi infeksi dan dipindahkan ke ICU karena membutuhkan bantuan pernapasan.
Nyawanya akhirnya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2026 setelah beberapa hari dirawat intensif di ICU.***
Artikel Terkait
RSUD Belum Pulih, Menkes Budi Minta 300 Dokter untuk Selamatkan Warga Aceh di Pengungsian
Dokter Daeng Faqih: Terlambat Tangani Medis, Penyakit Bisa Menyebar di Pengungsian
Pengabdian Nyata Alumni LPDP, Cerita Dokter Ardy
Polemik MBG Pamekasan, Dokter Dion Pertanyakan Sistem Pengemasan
Dokter Internship Wafat, Beban Kerja 3 Bulan Tanpa Libur Disorot
Dokter Magang Meninggal, Beban Kerja Jadi Sorotan