RSUD Belum Pulih, Menkes Budi Minta 300 Dokter untuk Selamatkan Warga Aceh di Pengungsian

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 8 Desember 2025 | 19:57 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap beberapa usulan saat rapat bersama Presiden Prabowo di Aceh. (Dok. YouTube/Sekretariat Presiden)
Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap beberapa usulan saat rapat bersama Presiden Prabowo di Aceh. (Dok. YouTube/Sekretariat Presiden)

PONTIANAKGLOBE. COM, ACEH BESAR -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri rapat penanganan bencana di Sumatera bersama Presiden Prabowo Subianto pada Minggu malam (7/12/2025). Rapat tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kedua Presiden ke Aceh setelah kedatangan sebelumnya pada 1 Desember 2025.

Dalam laporannya, Budi menyoroti ancaman meningkatnya kematian akibat penyakit yang dialami para pengungsi pascabencana.

“Penyakit yang kita sudah ketemu sekarang, di atas 10 karena ibu hamil, kelahirannya terlambat,” ujarnya.

Baca Juga: Pasang Air Laut Naik Cepat, Pemerintah Kota Pontianak Disorot Soal Penanganan Banjir Rob Tahunan

Ia juga menyinggung kondisi pasien cuci darah.

“Kemudian cuci darah, karena banyak sekali cuci darah ini, bisa seminggu tiga kali dan kalau berhenti, dia wafat,” lanjutnya.

Budi menjelaskan bahwa situasi tersebut menuntut percepatan operasional rumah sakit daerah. Dari 18 kabupaten dan kota di Aceh, ia mengatakan 12 rumah sakit sudah kembali beroperasi penuh, sementara enam lainnya masih belum optimal.

“Sehingga ruang operasinya, ruang cuci darahnya itu belum optimal,” kata Budi.

Enam rumah sakit yang belum pulih sepenuhnya berada di Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.

Menurutnya, sebagian besar kendala disebabkan akses jalan yang belum sepenuhnya terbuka.

“Tiga di antaranya karena akses belum bagus di Bener Meriah saya dengar 3 hari lagi jalan akan terbuka,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembukaan akses tersebut penting untuk menangani ibu hamil dan pasien cuci darah.

Budi memastikan bahwa pasokan listrik dan BBM untuk rumah sakit mulai membaik. Namun ia menyoroti kebutuhan dasar tenaga kesehatan di lokasi. Ia meminta Presiden membuka dapur umum khusus untuk mendukung para nakes.

“Kalau boleh ada dapur umumnya diprioritaskan tenaga medis, tenaga kesehatan supaya hidupnya tenang karena dia dan keluarganya dapat makan,” katanya.

Ia juga berharap penyediaan hunian sementara bagi tenaga kesehatan dapat diprioritaskan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X