Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWKI Asni Ovier Dengen Paluin menegaskan bahwa di era digital, peran wartawan dalam menegakkan etika jurnalistik justru semakin penting.
Menurutnya, saat ini informasi yang beredar kerap tidak akurat, sepihak, dan minim verifikasi.
“Semakin banyak informasi yang tidak benar, tendensius, dan tanpa konfirmasi di media sosial. Di sinilah peran wartawan sebagai gatekeeper dan verifikator menjadi sangat penting,” ujar Ovier.
Ia juga menyoroti adanya gejala pembatasan ruang gerak wartawan di beberapa institusi, yang berpotensi menghambat kerja jurnalistik.
Ovier menegaskan, jurnalis harus bertanggung jawab meluruskan informasi dengan menyajikan laporan berbasis data yang valid. Kehadiran wartawan, menurutnya, sangat dibutuhkan sebagai penjaga moral dan standar kebenaran di tengah masyarakat.
“Wartawan jangan ikut-ikutan bergaya media sosial. Jangan demi keuntungan pribadi lalu menyebarkan fitnah, berita bohong, atau informasi sepihak,” tegasnya.
Dengan demikian, masyarakat dapat terus mendapatkan informasi yang sehat, akurat, dan mencerahkan. ***
Artikel Terkait
Adzan Magrib Bergema di KWI, Momen Bersejarah Setelah Seabad
Dukung Munas LP3KN, Ketua KWI Harap Jadi Jembatan Kerukunan Umat
Paus Fransiskus Tutup Usia, Gereja Katolik Berduka, Ini Kata Ketua KWI
Dari Pesantren di Purwokerto Pesan Damai Bergema, KomHak KWI dan Santriwati Al Hidayah Berbagi Sukacita
Baciamano di Vatikan, Komisi HAK KWI Dapat Berkat Langsung dari Paus Leo XIV
Ketua KWI Apresiasi Misi PWKI ke Vatikan: Bertemu Paus Leo XIV hingga MoU Bahasa Indonesia