Dukung Munas LP3KN, Ketua KWI Harap Jadi Jembatan Kerukunan Umat

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 8 April 2025 | 20:47 WIB
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunyamin, OSC  (duduk tengah) didampingi Sekretaris Eksekutif KWI, Rm. Paulus Christian Siswantoko, Pr (duduk kanan) foto bersama delegasi LP3KN usai audiensi di di Gedung KWI, Jalan Cut Mutia No. 10, Jakarta, pada Senin, 7 April 20 (Dok. Pontianak Globe)
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunyamin, OSC (duduk tengah) didampingi Sekretaris Eksekutif KWI, Rm. Paulus Christian Siswantoko, Pr (duduk kanan) foto bersama delegasi LP3KN usai audiensi di di Gedung KWI, Jalan Cut Mutia No. 10, Jakarta, pada Senin, 7 April 20 (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Antonius Subianto Bunyamin OSC menyatakan dukungan penuh atas rencana Musyawarah Nasional (Munas) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) yang akan digelar pada Mei 2025.

“Kami sepenuhnya mendukung rencana LP3KN menyelenggarakan Munas sebagai bagian dari konsolidasi dengan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD),” ujar Mgr. Anton saat menerima audiensi pengurus LP3KN di Gedung KWI, Jalan Cut Meutia No. 10, Jakarta, Senin, 7 April 2025.

Baca Juga: Kominfo, PT Pos Indonesia, dan KWI Launching Perangko Khusus Kunjungan Paus Fransiskus

Uskup Bandung ini juga mendorong agar LP3KN segera berkoordinasi dengan Vikaris Jenderal (Vikjen) di masing-masing keuskupan guna mempercepat komunikasi dan kolaborasi antara LP3KN dan LP3KD.

Ia menekankan pentingnya dukungan setiap keuskupan dalam menyukseskan kegiatan Pesparani sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum LP3KN, Muliawan Margadana, menyampaikan kesiapan pelaksanaan Munas LP3KN yang akan digelar pada 9–12 Mei 2025 di Jakarta.

Munas ini rencananya akan dibuka oleh Menteri Agama RI dan diikuti lebih dari 250 peserta dari LP3KD, keuskupan, serta perwakilan Pembimas dari seluruh Indonesia.

Forum ini akan menjadi ajang strategis untuk evaluasi, perencanaan, dan penguatan pelayanan LP3KN dalam bidang seni budaya, liturgi, kerukunan umat, wawasan kebangsaan, dan moderasi beragama.

Muliawan juga melaporkan berbagai perkembangan LP3KD di seluruh Indonesia serta menyampaikan rencana strategis untuk mendukung pelaksanaan Pesparani Katolik 2026.

Ia menegaskan bahwa hubungan antara LP3KN dan pemerintah, khususnya Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimas Katolik, berjalan dengan baik. Keterlibatan pemerintah dinilai penting dalam mendukung pengembangan iman umat Katolik melalui berbagai kegiatan Pesparani.

Baca Juga: KWI Lawan Tawaran Tambang: Mengapa Kesejahteraan Bersama Lebih Penting?

Lebih lanjut, Muliawan menyoroti pentingnya sinergi antara LP3KN dan LP3KD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Ia mengakui bahwa sinkronisasi program masih menjadi tantangan, sehingga diperlukan peningkatan dialog lintas tingkatan serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga-lembaga lintas agama dan budaya.

Harapan Jadi Jembatan Kerukunan

Mgr. Anton juga berharap Munas LP3KN 2025 yang akan membahas pelaksanaan Pesparani Nasional 2026 dapat dipersiapkan secara matang sejak awal.

Menurutnya, perencanaan yang baik akan memudahkan dalam menentukan lokasi, membangun dukungan dari pemerintah daerah dan otoritas gereja, sebelum diverifikasi dalam sidang para Uskup pada September 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X