Paus Fransiskus Tutup Usia, Gereja Katolik Berduka, Ini Kata Ketua KWI

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Senin, 21 April 2025 | 23:45 WIB
Ketua KWI dan Sekretaris KWI
Ketua KWI dan Sekretaris KWI

PONTIANAKGLOBE.COM, Jakarta, 21 April 2025 | Dunia Katolik berduka. Bapa Suci Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma, berpulang pada pukul 07.35 waktu Roma (12.35 WIB), di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan.

Kabar wafatnya baru diumumkan secara resmi oleh Kardinal Kevin Farrell, Kepala Rumah Tangga Kepausan, pada pukul 09.45 waktu Roma (14.45 WIB di Indonesia), dan tak lama kemudian menyebar luas ke seluruh dunia.

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), melalui Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, menyampaikan kabar duka ini dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube KOMSOS KWI. Mgr. Bunjamin menyatakan bahwa dirinya menerima kabar duka ini langsung dari Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo.

“Kita sungguh-sungguh sangat berduka. Paus Fransiskus telah meninggalkan begitu banyak ajaran yang menjadi warisan berharga bagi kita semua: cinta universal, nilai Injil, persaudaraan, kepedulian terhadap lingkungan, dan yang terutama, belas kasih terhadap kaum miskin dan terpinggirkan,” ungkap Uskup Anton dalam suasana haru di Galeri Fransiskus—tempat penuh makna yang juga pernah dikunjungi Paus Fransiskus dalam lawatannya ke Indonesia, (21/04).

Meninggal dalam Kesetiaan dan Pengabdian

Paus Fransiskus wafat setelah sempat dirawat karena bronkitis dan pneumonia sejak Februari 2025. Meskipun dalam kondisi fisik yang lemah dan masih menggunakan alat bantu pernapasan, beliau tetap tampil di hadapan publik, termasuk saat menghadiri Jubileum untuk Orang Sakit dan Tenaga Kesehatan pada 5 April lalu.

Tindakan ini dianggap sebagai bentuk pengabdian total kepada umat hingga akhir hayatnya.

Yang menyentuh, Paus Fransiskus wafat pada hari Senin dalam Oktaf Paskah—yang dikenal sebagai Hari Paskah Kedua, simbol kebangkitan dalam iman Katolik.

Liturgi pemakamannya pun dikabarkan akan berlangsung secara sederhana, sesuai keinginan beliau sendiri, dan berfokus pada misteri kebangkitan Tuhan.

Gereja Indonesia Ikut Berkabung

Paus Fransiskus memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia. Kunjungannya pada 3–6 September 2024 lalu membawa kegembiraan besar bagi umat Katolik dan masyarakat Indonesia secara luas.

Dalam kunjungan tersebut, ia sempat mengunjungi Masjid Istiqlal dan bertemu dengan Imam Besar Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dalam peristiwa yang menjadi simbol kuat persaudaraan lintas iman.

“Dalam momen yang sangat spontan dan manusiawi, Imam Besar mencium kepala Paus—dan beliau membalasnya dengan mencium tangan Imam Besar sebagai tanda kasih dan hormat. Inilah teladan dua tokoh besar agama yang menunjukkan bahwa kasih, persaudaraan, dan kedamaian bisa diwujudkan secara nyata,” kenang Uskup Anton.

Di Indonesia sendiri, KWI dan berbagai keuskupan tengah mempersiapkan misa requiem untuk mendoakan jiwa Paus Fransiskus. Misa-misa ini akan berlangsung di seluruh keuskupan sesuai kebijakan lokal, termasuk kemungkinan misa nasional yang akan diadakan di Katedral Jakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Majalah DUTA

Tags

Rekomendasi

Terkini

X