Paus Fransiskus Tutup Usia, Gereja Katolik Berduka, Ini Kata Ketua KWI

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Senin, 21 April 2025 | 23:45 WIB
Ketua KWI dan Sekretaris KWI
Ketua KWI dan Sekretaris KWI

Konklaf dan Kehadiran Indonesia

Proses pemilihan Paus baru (Konklaf) diperkirakan akan berlangsung antara 15 hingga 20 hari setelah wafatnya Paus.

Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta yang kini berusia 74 tahun, termasuk dalam 120 kardinal yang memiliki hak pilih dan dipilih.

Ketua KWI menyampaikan bahwa dirinya dan Kardinal Suharyo bersiap untuk berangkat ke Roma sebagai bentuk penghormatan dan partisipasi dari Gereja Katolik Indonesia.

Belas Kasih, Persaudaraan, dan Harapan

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Eksekutif KWI, Romo Paulus Christian Siswantoko, menyampaikan bahwa warisan terbesar dari Paus Fransiskus adalah ajakan untuk hidup dalam iman, membangun persaudaraan, dan menumbuhkan belas kasih.

“Tiga nilai ini—iman, persaudaraan, dan berbela rasa—bukan hanya kenangan, tapi tanggung jawab kita semua. Terutama di Indonesia yang kaya akan keberagaman, warisan ini menjadi ajakan untuk memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika dan membangun perdamaian,” ujar Romo Siswantoko.

Tahun ini, Paus Fransiskus juga telah menetapkan sebagai Tahun Yubileum: Tahun Pembebasan, dengan tema Penziarah Pengharapan – Tetaplah Berharap. Dalam suasana duka ini, Gereja diajak untuk tetap menyalakan semangat harapan dan percaya bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan baru di hadapan Tuhan.

“Paus Fransiskus adalah gembala yang membawa harapan, terutama bagi mereka yang paling lemah dan paling kecil. Mari kita teruskan warisan itu,” tutup Mgr. Bunjamin.

Doa dan Harapan

Masyarakat Indonesia, khususnya umat Katolik, diimbau untuk ikut serta dalam doa dan misa requiem yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

KWI juga menyampaikan bahwa pihak Kedutaan Vatikan di Jakarta akan membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menyampaikan belasungkawa secara langsung.

Semoga Paus Fransiskus, Sang Gembala Belas Kasih, kini beristirahat dalam damai abadi—dan doanya terus menyertai dunia dalam perjuangan menuju kemanusiaan, kebenaran, dan keutuhan ciptaan. (Sumber: Youtube KOMSOS KWI).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Majalah DUTA

Tags

Rekomendasi

Terkini

X