Pecah di Langit! Sampah Antariksa Terlihat dari Indonesia

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 8 April 2026 | 10:45 WIB
Menyoroti objek misterius yang terpencar di langit wilayah Lampung, peneliti BRIN kini ungkap dugaan penyebabnya. (Dok. Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti objek misterius yang terpencar di langit wilayah Lampung, peneliti BRIN kini ungkap dugaan penyebabnya. (Dok. Instagram.com/@undercover.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, LAMPUNG -- Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan benda bercahaya melintas di langit wilayah Lampung pada Sabtu malam (4/4/2026). 

Dalam rekaman yang beredar, objek tersebut tampak memanjang di langit sebelum akhirnya terpecah menjadi beberapa bagian. Fenomena ini sempat membuat warga heboh dan memicu berbagai spekulasi di media sosial.

“Warga Lampung sempat dibuat heboh oleh penampakan benda bercahaya misterius yang melintas di langit pada malam hari,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Baca Juga: Satu Keluarga Selamat dari Maut, Mobil Terperosok ke Jurang

Menanggapi fenomena ini, Profesor Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memberikan penjelasan ilmiah.

Ia menyebut bahwa benda bercahaya tersebut bukanlah fenomena misterius, melainkan pecahan sampah antariksa yang masuk ke atmosfer Bumi.

“Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yang meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian,” jelasnya.

“Itu adalah pecahan sampah antariksa,” sambungnya.

Lebih lanjut, Thomas menduga objek tersebut merupakan sisa roket China jenis CZ-3B yang melintas dari arah India menuju Samudera Hindia, tepatnya di sekitar pantai barat Sumatera.

“Info terbaru dari Space-Track dan analisis orbit menunjukkan bahwa bekas roket China tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera,” ungkapnya.

Baca Juga: Sempat Heboh Motor Terbakar di SPBU Semarang, Kasus Motor Terbakar Berakhir Damai

Ia juga menjelaskan bahwa objek tersebut terlihat sekitar pukul 19.56 WIB, saat ketinggiannya turun hingga di bawah 120 kilometer. Kondisi itu membuat benda tersebut terbakar akibat gesekan dengan atmosfer, lalu pecah menjadi beberapa bagian yang terlihat dari permukaan Bumi.

“Objek tersebut memasuki atmosfer padat, terus meluncur terbakar dan pecah, itulah yang disaksikan warga sekitar Lampung dan Banten” ujarnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X