Malam Merah di Atas Cirebon, Misteri yang Masih Menggantung di Langit Jawa Barat

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 10:10 WIB
Fenomena cahaya merah di langit Cirebon memperlihatkan analisa sains dan persepsi publik di lapangan kerap beradu cepat.  (Ist)
Fenomena cahaya merah di langit Cirebon memperlihatkan analisa sains dan persepsi publik di lapangan kerap beradu cepat. (Ist)

PONTIANAKGLOBE.COM, CIREBON --Malam di Cirebon, Jawa Barat, biasanya tenang di awal Oktober. Namun, Minggu 5 Oktober 2025, langit yang cerah tiba-tiba berubah warna. Dalam hitungan detik, semburat merah menyala membelah angkasa, menari cepat seperti garis api sebelum lenyap di balik horizon.

Beberapa detik kemudian, suara dentuman terdengar. Tak begitu lama, media sosial pun dipenuhi video amatir yang merekam cahaya aneh itu sebagian menyebut meteor, sebagian lain bersumpah melihat bola api menukik ke arah laut.

Baca Juga: Kaget! PBB di Cirebon Naik Gila-Gilaan, Wali Kota Janji Turunkan

“Langitnya merah banget, lalu seperti ada yang jatuh,” kata seorang warga lewat unggahan videonya.

Fenomena itu seketika menjadi bahan pembicaraan. Namun, belum juga rasa penasaran publik mereda, dua lembaga resmi justru memberi penjelasan yang saling berbeda.

Dua Suara, Dua Versi

Dari sisi ilmiah, seorang analis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meyakini bahwa cahaya merah itu adalah meteor besar yang melintas dari arah barat daya Cirebon.
Sementara Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menepis dugaan itu.

Menurut mereka, sumber cahaya berasal dari pembakaran lahan tebu yang dilakukan warga sekitar.

Di tengah perbedaan pendapat itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencoba mengambil posisi tengah.

Mereka menilai fenomena tersebut perlu diamati lebih lanjut, terutama dengan meninjau kondisi cuaca saat kejadian.

Kepala Tim Prakiraan, Data, dan Informasi BMKG Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, menjelaskan bahwa suara ledakan yang didengar warga bisa saja muncul akibat sambaran petir.

“Biasanya suara seperti ledakan atau getaran itu muncul dari awan konvektif akibat sambaran petir,” kata Fuad dalam pernyataan resminya.

Namun anehnya, citra satelit justru menunjukkan hal lain: langit Cirebon malam itu cerah berawan, tanpa tanda-tanda petir atau cuaca ekstrem.

Langit Cerah, Tapi Dentuman Nyata

Fuad menegaskan bahwa dari hasil pemantauan BMKG, tak ada awan konvektif di atas Cirebon pada pukul 18.30–19.00 WIB. Cuaca stabil, tidak ada badai, dan tak terdeteksi getaran signifikan di permukaan tanah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X