“Kalau soal meteor, itu bukan ranah kami. Kami hanya memastikan dari sisi cuaca,” ujarnya singkat.
Malam yang seharusnya biasa itu akhirnya meninggalkan banyak tanya. Di media sosial, warganet mulai berdebat — apakah benar meteor, atau hanya ilusi dari api tebu yang dibakar di kejauhan?
Baca Juga: Perang Israel-Iran, Dasco Imbau WNI Tetap Tenang: Evakuasi Bertahap Terus Berlangsung
BRIN: Ada Bola Api Meluncur
Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, memilih berdiri di sisi sains langit. Dalam unggahannya di akun Instagram pribadi @t_djamal, ia menulis bahwa semua data mengarah pada satu kemungkinan: meteor besar melintas di atas Cirebon.
“Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas memasuki wilayah Kuningan dan Cirebon dari arah barat daya sekitar pukul 18.35 sampai 18.39 WIB,” tulis Thomas, Senin (6/10).
Ia mengacu pada data BMKG yang sempat merekam getaran kecil pada pukul 18.39.12 WIB, juga pada rekaman CCTV warga yang menunjukkan kilatan cahaya di langit.
“Ketika meteor itu memasuki lapisan atmosfer yang lebih rendah, ia menimbulkan gelombang kejut — itulah yang terdengar sebagai dentuman,” jelasnya.
Thomas menduga benda langit itu akhirnya jatuh ke Laut Jawa, setelah kehilangan momentum akibat gesekan atmosfer.
“Bola api itu kemungkinan jatuh di laut,” tegasnya.
Polisi: Hanya Api Tebu
Sementara itu, polisi di lapangan melihat hal berbeda. Setelah menelusuri sejumlah titik yang dilaporkan warga, mereka tak menemukan tanda-tanda meteor jatuh. Tak ada kawah, tak ada puing, tak ada logam langit yang terbakar.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan penyelidikan justru mengarah pada satu lokasi di Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang.
“Di sana ditemukan lahan tebu yang dibakar petani sekitar pukul 19.00 WIB,” ujarnya.
Asap dan nyala api dari lahan itu, menurut polisi, bisa saja menciptakan pantulan cahaya yang tampak seperti meteor di kejauhan — terlebih jika disertai dengan suara dari aktivitas sekitar.
“Tidak ada tanda benda jatuh di wilayah hukum Polres Cirebon,” tegas Hendra.
Artikel Terkait
Waduh, Ledakan Diduga Petasan Sebanyak 25 Rumah Hancur dan 1 Orang Tewas di Blitar
Kapan Waktu Terbaik Melihat Fenomena Hujan Meteor Perseid ? Ini Alasan Harus Menonton Hujan Meteor Perseid
Cara Melihat Fenomena Hujan Meteor Perseid 13 Agustus 2023 di Indonesia Bisa Lakukan Tips Berikut Sobat Globe
Terungkap Lokasi Meteor Jatuh Tak Hanya di Garut, ini Beberapa Lokasi Dilewati Benda Luar Angkasa Tersebut
Ledakan Guncang Kedubes Israel di India
Tragedi Ledakan Gas di Sintang Kalbar, 5 Orang Terluka Bakar Termasuk Pemilik Warung Makan