Malam Merah di Atas Cirebon, Misteri yang Masih Menggantung di Langit Jawa Barat

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 10:10 WIB
Fenomena cahaya merah di langit Cirebon memperlihatkan analisa sains dan persepsi publik di lapangan kerap beradu cepat.  (Ist)
Fenomena cahaya merah di langit Cirebon memperlihatkan analisa sains dan persepsi publik di lapangan kerap beradu cepat. (Ist)

“Kalau soal meteor, itu bukan ranah kami. Kami hanya memastikan dari sisi cuaca,” ujarnya singkat.

Malam yang seharusnya biasa itu akhirnya meninggalkan banyak tanya. Di media sosial, warganet mulai berdebat — apakah benar meteor, atau hanya ilusi dari api tebu yang dibakar di kejauhan?

Baca Juga: Perang Israel-Iran, Dasco Imbau WNI Tetap Tenang: Evakuasi Bertahap Terus Berlangsung

BRIN: Ada Bola Api Meluncur

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, memilih berdiri di sisi sains langit. Dalam unggahannya di akun Instagram pribadi @t_djamal, ia menulis bahwa semua data mengarah pada satu kemungkinan: meteor besar melintas di atas Cirebon.

“Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas memasuki wilayah Kuningan dan Cirebon dari arah barat daya sekitar pukul 18.35 sampai 18.39 WIB,” tulis Thomas, Senin (6/10).

Ia mengacu pada data BMKG yang sempat merekam getaran kecil pada pukul 18.39.12 WIB, juga pada rekaman CCTV warga yang menunjukkan kilatan cahaya di langit.

“Ketika meteor itu memasuki lapisan atmosfer yang lebih rendah, ia menimbulkan gelombang kejut — itulah yang terdengar sebagai dentuman,” jelasnya.

Thomas menduga benda langit itu akhirnya jatuh ke Laut Jawa, setelah kehilangan momentum akibat gesekan atmosfer.
“Bola api itu kemungkinan jatuh di laut,” tegasnya.

Polisi: Hanya Api Tebu

Sementara itu, polisi di lapangan melihat hal berbeda. Setelah menelusuri sejumlah titik yang dilaporkan warga, mereka tak menemukan tanda-tanda meteor jatuh. Tak ada kawah, tak ada puing, tak ada logam langit yang terbakar.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan penyelidikan justru mengarah pada satu lokasi di Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang.

“Di sana ditemukan lahan tebu yang dibakar petani sekitar pukul 19.00 WIB,” ujarnya.

Asap dan nyala api dari lahan itu, menurut polisi, bisa saja menciptakan pantulan cahaya yang tampak seperti meteor di kejauhan — terlebih jika disertai dengan suara dari aktivitas sekitar.

“Tidak ada tanda benda jatuh di wilayah hukum Polres Cirebon,” tegas Hendra.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X