Debat MBG, Qodari dan Wakil Ketua BEM UI Beradu Argumen soal Anggaran Pendidikan

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Minggu, 19 Juli 2026 | 10:05 WIB
Mengintip diskusi Bakom RI dengan BEM UI yang membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga manfaatnya bagi masyarakat.  (Instagram.com/@zonamahasiswa.id)
Mengintip diskusi Bakom RI dengan BEM UI yang membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga manfaatnya bagi masyarakat. (Instagram.com/@zonamahasiswa.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA BARAT -- Diskusi berlangsung dalam forum bertajuk "Dua Sisi" pada Jumat, 17 Juli 2026, yang menghadirkan Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dan Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra.

Salah satu pembahasan yang menjadi sorotan adalah penggunaan anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Kelangkaan BBM di Sumut Jadi Sorotan, Antrean di SPBU Kualanamu Mengular hingga Berjam-jam

BEM UI Soroti Penggunaan Anggaran

Fathimah Azzahra mempertanyakan penggunaan anggaran MBG yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, anggaran tersebut seharusnya dapat lebih difokuskan untuk mendukung sektor pendidikan.

"Bagi kami sama karena masih menggunakan sama-sama anggaran pendidikan," ujar Fathimah.

"Jadi, ini semua sebetulnya masih terkait dengan pendidikan karena anggarannya dari sama-sama pendidikan," lanjutnya.

Qodari: MBG Bagian dari Proses Pendidikan

Menanggapi pernyataan tersebut, Muhammad Qodari menilai Program MBG tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 56 persen siswa datang ke sekolah dalam kondisi lapar.

"Kalau dia lapar enggak bisa belajar dengan baik, enggak dengerin guru walaupun seberapapun materi yang diberikan oleh guru bagus," kata Qodari.

"Dari sini jelas, bahwa MBG itu inheren bagian dari proses pendidikan yang berjalan," lanjutnya.

Baca Juga: Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Kopdes Merah Putih Disorot, Menkop Beri Penjelasan

Qodari juga mengingatkan bahwa pemerintah memiliki program lain yang secara khusus ditujukan untuk membantu akses pendidikan, salah satunya Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menurutnya, anggaran untuk KIP mencapai sekitar Rp15 triliun per tahun dan menyasar lebih dari satu juta mahasiswa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X