"Jadi, sebetulnya pemerintah juga punya program. Itu yang saya maksud tadi, jangan dicampurkan dua hal ini," ujarnya.
"Program MBG itu satu hal, program untuk membantu mahasiswa bisa kuliah itu hal yang lain lagi," sambungnya.
Saat pembahasan berlanjut mengenai calon mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi negeri namun terkendala biaya, Qodari meminta agar kritik terhadap pemerintah disampaikan berdasarkan data yang terukur.
"Sekarang di UI itu ada berapa? Fathimah punya enggak data angka kursi kosong yang ada orangnya tapi tidak mendaftar?" tanya Qodari.
"Angkanya berapa kalau di UI? Kalau enggak punya angka, jangan bicara terlalu jauh," lanjutnya.
Menurut Qodari, penggunaan data penting agar evaluasi terhadap kebijakan pemerintah dapat dilakukan secara objektif.
Menanggapi hal tersebut, Fathimah mengatakan kritik yang disampaikan mahasiswa berangkat dari kondisi nyata yang mereka temui.
"Kami melihat realitanya. Kita tidak seperti orang-orang yang mungkin punya segudang data-data akan dikeluarkan untuk men-justify pemerintah yang tidak pernah lihat realitanya," ujar Fathimah.
Ia menambahkan, di Universitas Indonesia terdapat mekanisme bantuan dari alumni sehingga mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi tetap dapat melanjutkan pendidikan.
"Memang di UI terpenuhi dan sebagainya bahwa banyak sekali orang-orang mengalami kesulitan dana tidak harus keluar itu karena alumni, bukan karena peran dari pemerintah," tandasnya.***
Artikel Terkait
TNI Kerahkan 18 Prajurit Bantu Distribusi BBM di Sumut, Ini Penjelasan Kodam I/Bukit Barisan
Peserta Tur Dilaporkan Hilang di Korea Selatan, Travel Ungkap Kronologi hingga Siapkan Hadiah bagi Penemu
KPK: Laporan Gratifikasi Raja Juli Antoni di Aspek Pencegahan Selesai, Penyidikan Dugaan Pidana Tetap Berjalan
Viral Guru di Parigi Moutong Buat Makanan untuk Murid karena MBG Belum Masuk Sekolah
Terpilih Aklamasi, Ermin Elviani Bidik Kejayaan Demokrat Kalbar
Kecelakaan Beruntun di Deli Serdang Libatkan Truk dan Lima Mobil, Dua Orang Meninggal Dunia