PONTIANAKGLOBE.COM, CIREBON -- Warga Kota Cirebon dihebohkan dengan kabar kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang disebut-sebut mencapai 1.000 persen.
Lonjakan fantastis ini memicu gelombang protes karena dinilai tak masuk akal.
Baca Juga: Kronologi Mencekam Demo PBB-P2 Pati! Tiga Orang Diduga Tewas, Polisi Luka Parah
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, langsung turun tangan untuk meredam keresahan warga.
“Kenaikan memang ada, tapi tidak sampai 1.000 persen. Saya sudah kaji ulang dan akan proses cepat,” ujar Edo di Balai Kota Cirebon, Kamis, 14 Agustus 2025.
Edo, yang baru lima bulan menjabat, menyebut kebijakan kenaikan PBB tersebut merupakan warisan pemerintahan sebelumnya.
Baca Juga: Film Rp6,7 Miliar Ini Bikin Heboh, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Ia berjanji segera mencari formulasi terbaik agar beban warga berkurang.
“Mudah-mudahan kita bisa punya formula yang bisa menurunkan PBB,” tambahnya.
Sebelum pernyataan resmi Edo, protes warga sudah lebih dulu menyeruak.
Paguyuban Pelangi Cirebon menjadi salah satu yang paling vokal menolak kenaikan tarif, bahkan membeberkan bukti dugaan lonjakan tersebut.
Koordinator Paguyuban, Hendrawan Rizal, mengaku terkejut karena tagihan PBB miliknya naik hampir sepuluh kali lipat.
Saat ini, Pemkot Cirebon tengah menggodok evaluasi dan menyiapkan langkah perbaikan agar kebijakan ini tidak semakin memicu gejolak sosial. ***
Artikel Terkait
Prabowo Hapus Aturan Perda Kearifan Lokal yang Izinkan Bakar Lahan 2 Hektare, Bagaimana dengan Kalbar?
Polda Kalbar Tangkap Kakek Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Pontianak
Ibunda Labrak Edward Akbar di Depan Kamera, Begini Reaksi Tegas Kimberly Ryder
Tak Perlu Ajukan Visa Berkali-kali, WNI Kini Bisa Bolak-Balik Eropa, Rahasia-nya di Visa Visa Cascade
Film Rp6,7 Miliar Ini Bikin Heboh, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Kronologi Mencekam Demo PBB-P2 Pati! Tiga Orang Diduga Tewas, Polisi Luka Parah