SPBE Bekasi Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 3 April 2026 | 17:21 WIB
Menyoroti proses pemadaman kebakaran besar di kawasan SPBE Cimuning, Bekasi yang viral di medsos. (Dok. Instagram.com/@jktinfo)
Menyoroti proses pemadaman kebakaran besar di kawasan SPBE Cimuning, Bekasi yang viral di medsos. (Dok. Instagram.com/@jktinfo)

PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Kebakaran besar melanda kawasan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning pada Rabu malam (1/4/2026). Api yang berkobar hebat bahkan sempat merembet ke permukiman warga di sekitarnya.

Insiden tersebut baru berhasil dipadamkan setelah proses penanganan selama kurang lebih lima jam hingga Kamis dini hari. Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik karena besarnya kobaran api dan dampak yang ditimbulkan.

Baca Juga: Ledakan Dahsyat di SPBE Bekasi, Warga Sebut Seperti Bom

Berdasarkan keterangan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik.

Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menyebut titik awal api diduga berasal dari dalam area SPBE.

"Dugaan sementara adalah adanya arus pendek listrik yang kemudian menyebabkan kebakaran dan meluas ke seluruh area,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum api membesar, sempat terjadi satu kali ledakan saat proses pengisian mobil tangki gas.

Petugas menerima laporan sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung mengerahkan tim ke lokasi. Sebanyak 15 unit kendaraan pemadam diturunkan untuk menangani kebakaran tersebut.

"Kami mengirimkan sebanyak 15 unit kendaraan. Sejak pukul 01.00 WIB sudah melakukan proses pendinginan," ungkapnya.

Dalam penanganan ini, sekitar 100 personel diterjunkan, terdiri dari 12 regu utama dan tim pendukung lainnya.

“Kita menurunkan 12 regu sekitar 72 personel, ditambah tim pendukung, total sekitar 100 orang,” paparnya.

Meski api utama telah berhasil dikendalikan, petugas masih fokus melakukan pendinginan di titik-titik tertentu yang masih berpotensi menyala.

Baca Juga: Harga Plastik Naik Gila-gilaan, UMKM Malang Terancam Kolaps

Salah satu upaya krusial yang berhasil dilakukan adalah mengamankan tangki elpiji berkapasitas besar di lokasi.

"Di belakang ada tangki elpiji sekitar 50.000 kilogram. Alhamdulillah bisa kita amankan," ungkap Heryanto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X