PONTIANAKGLOBE.COM, YOGYAKARTA -- Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi memicu banjir lahar dingin di sejumlah sungai lereng pada Selasa sore (3/3/2026). Di waktu yang sama, aktivitas penambangan pasir masih berlangsung, memicu kepanikan ketika arus deras tiba-tiba datang membawa material batu, pasir, dan lumpur.
Rekaman momen menegangkan itu beredar di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @jogja_admin. Dalam video tersebut, seorang penambang terlihat berupaya menyelamatkan diri dengan naik ke bagian atas eskavator agar tidak terseret arus.
“Jangan (turun), nggak bisa ini. Nanti saja turunnya, nunggu kalau arus mengecil,” terdengar suara perekam video memperingatkan dari kejauhan.
Baca Juga: Dugaan Jeruk Busuk, Sekolah Tolak Paket MBG
Banjir lahar dingin yang melintasi Sungai Senowo, Magelang, dilaporkan menyeret sedikitnya tiga unit truk milik penambang. Sebanyak 12 truk lainnya tertimbun material, sementara dua eskavator mengalami kerusakan akibat terjangan arus.
Tim SAR gabungan dari Basarnas Unit Borobudur, Damkar, TNI, Polri, bersama relawan dan warga setempat dikerahkan untuk melakukan pencarian setelah empat orang dilaporkan hilang.
Pada Rabu, 4 Maret 2026, dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun material yang terbawa hingga ke hilir dan kemudian diidentifikasi di Rumah Sakit Muntilan.
Baca Juga: Mahfud MD Soroti BoP di Tengah Konflik Timur Tengah
Dengan temuan tersebut, jumlah korban meninggal dunia menjadi tiga orang, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
“Pagi ini sudah tiga korban yang berhasil ditemukan, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Koordinator Basarnas Unit Borobudur, Arif Yulianto, Rabu (4/3/2026).
Proses pencarian terus dilakukan di sepanjang aliran sungai dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan.***
Artikel Terkait
Gunung Merapi Batuk, Sudah Dua Kali Muntahkan Awan Panas
Gunung Merapi Erupsi, Sejumlah Desa di Kabupaten Magelang Terdampak Abu Vulkanik
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sebut Erupsi Gunung Merapi Tutupi Lubang Tambang Pasir, Tak Akan Seperti 2010
Tidak Melulu Urus Bencana Alam, BNPB Fokus Penanganan Potensi Korupsi di Internal Organisasi
Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter, Hujan Abu Terjadi di Boyolali dan Magelang
Merapi Jadi Saksi, Sultan HB X dan Pemuda Lintas Agama Wujudkan Kepedulian Lingkungan