Gunung Merapi Erupsi, Sejumlah Desa di Kabupaten Magelang Terdampak Abu Vulkanik

photo author
Yanuarius Viodeogo Seno, Pontianak Globe
- Sabtu, 11 Maret 2023 | 19:26 WIB
Gunung Merapi erupsi (Sumber foto: BNPB)
Gunung Merapi erupsi (Sumber foto: BNPB)

PONTIANAKGLOBE -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengabarkan gunung merapi memuntahkan awan panas guguran pada 12.12 WIB dan hingga beritan ini diturunkan masih terjadi erupsi, Sabtu (11 Maret 2023).

Walau terjadi erupsi, status gunung merapi masih dalam level III atau siaga sejak November 2020.

Abu gunung merapi dari pos pengamatan di Babadan memicu abu vulkanik mengarah ke barat laut-utara. Pemukiman warga yang yang mulai terdampak terdampak, Desa Mangunsuko, Desa Dukun, Desa Paten, Desa Sengi di Kabupaten Magelang.

Desa Wonolelo, Desa Krogwanan di Kabupaten Magelang dan Desa Klakah dan Desa Tlogolele di KEcamatan Selo, di Kabupaten Boyolali.

Laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta, erupsi gunung terlihat jelas dari asap kawah berwarna putih intensitas sedang dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.

Potensi dari erupsi tersebut muncul guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya di Sungai Boyong sejauh maksimal 5 Km, Sungai Bedog, Krasak, Bebang sejauh maksimal 7 Km.

Sementara guguran lava di tempat lait di Sungai Wowo sejauh 3 Km dan Sungai Gendol sejauh 5 Km. Adapun lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif bisa mencapai radius 3 Km dari puncak.

"Potensi bahaya erupsi gunung merapi, maka masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar gunung merapi," kata BNPB dikutip Pontianak Globe.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X