Dugaan Jeruk Busuk, Sekolah Tolak Paket MBG

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 4 Maret 2026 | 19:07 WIB
Menyoroti insiden dugaan temuan jeruk busuk hingga sekrup yang masuk ke dalam paket makanan MBG di SD Salatiga, Jawa Tengah. (Dok. Instagram.com/@rakyat.bertanya)
Menyoroti insiden dugaan temuan jeruk busuk hingga sekrup yang masuk ke dalam paket makanan MBG di SD Salatiga, Jawa Tengah. (Dok. Instagram.com/@rakyat.bertanya)

PONTIANAKGLOBE.COM, SALATIGA -- Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 05 Dukuh, Salatiga, Jawa Tengah, menuai sorotan publik di media sosial.

Sorotan itu muncul setelah beredarnya unggahan Instagram @rakyat.bertanya pada Rabu (4/3/2026), yang memperlihatkan dugaan temuan jeruk busuk hingga benda asing berupa sekrup di dalam paket MBG yang sempat dibagikan kepada siswa.

Baca Juga: Mahfud MD Soroti BoP di Tengah Konflik Timur Tengah

Dalam rekaman yang beredar, Kepala SD Negeri 05 Dukuh, Jumarti, menyampaikan protes keras kepada penyedia dapur MBG atau Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat.

“Ini tolong dikembalikan lagi, saya tidak mau terima,” kata Jumarti dalam video tersebut.

Ia juga mempertanyakan ketelitian dan pengawasan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.

“Ahli Gizi mana, coba lihat ada sekrup, ada seperti ini, ini sudah telak jelek,” tegasnya.

Dalam video yang sama, Jumarti turut menyoroti harga roti yang terdapat dalam paket MBG. Ia mengaku telah menanyakan langsung harga roti tersebut ke pabrik di Sarirejo.

“Saya tanyakan harga roti ini ke pabriknya secara langsung di Sarirejo, di sana Rp750,” paparnya.

“Ini Rp3.500 di MBG tapi di Sarirejo Rp750, kemana sisanya?” imbuh Jumarti.

Baca Juga: Bos Rokok HS Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kulon Progo

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG terkait dugaan tersebut setelah videonya viral di media sosial.

Pihak sekolah disebut telah beberapa kali memberikan masukan kepada pengelola dapur MBG di Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, agar kejadian serupa tidak terulang.

Sekolah menegaskan bahwa penyampaian protes tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan mendorong perbaikan sistem dan pengawasan agar program MBG berjalan sesuai tujuan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X