PONTIANAKGLOBE.COM, PEKALONGAN -- Di tengah sorotan publik terkait keluhan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di sejumlah daerah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangdowo, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memastikan pelayanan tetap berjalan optimal dengan kualitas dan kandungan gizi yang terjaga.
Selama Ramadan, dapur MBG Karangdowo menyiapkan paket berbuka puasa berupa roti cokelat keju, ayam ungkep, tempe atau tahu ungkep, serta pisang. Seluruh makanan divakum kedap udara sebelum dikemas dalam tote bag untuk kemudian didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Baca Juga: Ngamuk dan Ancam Parang, Warga Geruduk Pelaku di Palangka Raya
Kepala SPPG Karangdowo, Amanun Tariq, mengatakan menu tersebut disiapkan secara konsisten dengan standar kebersihan dan pengolahan yang sama seperti hari biasa.
“Untuk seminggu ini menunya tetap itu, nanti di minggu berikutnya mungkin ada variasi menu lagi,” ujar Amanun, Kamis (26/2). “Kita niatnya memang tetap memberi makan bergizi untuk penerima manfaat,” tegasnya.
SPPG Karangdowo telah beroperasi sejak 27 Oktober tahun lalu dan saat ini melayani 2.699 penerima manfaat yang terdiri dari sembilan sekolah dan delapan Posyandu di dua kelurahan. Setiap hari, dapur beroperasi penuh guna memastikan proses produksi dan distribusi berjalan tepat waktu.
Selama Ramadan, aktivitas memasak tetap berlangsung normal. Penyesuaian hanya dilakukan pada teknis operasional pencucian ompreng.
“Khusus untuk hari Senin dan Kamis, kami tetap dengan menu basah untuk Posyandu. Selain itu, menggunakan menu kering,” jelasnya.
Menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait menu MBG Ramadan di sejumlah wilayah, Aman menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan dan koordinasi aktif antara pengelola SPPG, mitra dapur, serta yayasan pendukung program.
“Untuk masyarakat Indonesia, terima kasih atas masukan dan kritik yang disampaikan. Kami sebagai pelaksana program akan semaksimal mungkin terus mengevaluasi dan memperbaiki sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Baca Juga: Board of Peace dan Ambisi Indonesia di Panggung Global
Ia juga mengajak publik untuk mengawal program tersebut secara konstruktif.
“Tetap kawal program ini, saling mengoreksi, dan lebih bijak dalam memberikan komentar,” tambahnya.
Dengan komitmen perbaikan berkelanjutan, SPPG Karangdowo memastikan Program MBG tetap hadir sebagai upaya pemenuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan, termasuk selama bulan Ramadan.***
Artikel Terkait
MBG Sulit Masuk, Guru Ini Usul Bangun Jembatan Saja
Anselmus Deok Ungkap Dampak MBG: Di Manggarai Harga Wortel Melejit 3 Kali Lipat
Permintaan Tinggi MBG, Petani Buncis Justru Tak Sanggup Penuhi
MBG Ramadan Tuai Kritik, Porsi dan Gizi Dipertanyakan
Kotoran Ayam di Telur MBG, Lalai atau Kurang Pengawasan?
Menu MBG Ramadan Diprotes, Emak-emak Geruduk SPPG Bekasi Barat