Viral Bocah 12 Tahun Meninggal, Ayah Ungkap Fakta Mengejutkan

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 19:51 WIB
Foto ilustrasi: Dugaan penganiayaan pada anak berusia 12 tahun di Sukabumi, Jawa Barat oleh ibu tirinya. (Sumber: Unsplash/saif71)
Foto ilustrasi: Dugaan penganiayaan pada anak berusia 12 tahun di Sukabumi, Jawa Barat oleh ibu tirinya. (Sumber: Unsplash/saif71)

PONTIANAKGLOBE.COM, SUKABUMI -- Kasus meninggalnya seorang anak berusia 12 tahun berinisial NS menggemparkan media sosial. Bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat itu diduga menjadi korban kekerasan oleh ibu tirinya.

Peristiwa ini menyita perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan NS terbaring lemah di rumah sakit. Dalam rekaman tersebut, ia ditanya mengenai siapa yang melakukan kekerasan terhadap dirinya dan dengan suara pelan menyebut “Mamah”. Video itu memicu keprihatinan sekaligus kemarahan warganet.

Baca Juga: Airlangga Beberkan Dampak Besar Deal Tekstil RI–AS

Ayah korban, Anwar Satibi, mengaku baru mengetahui kondisi anaknya yang memburuk saat ia pulang dari luar kota. Ia sebelumnya menerima kabar dari istrinya bahwa NS sedang sakit.

“Pas pulang, sebelum berangkat kan belum terjadi apa-apa. Maksudnya kulitnya belum hancur, belum apa-apa,” ucap Anwar kepada awak media di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi, Jumat, 20 Februari 2026.

“Pas pulang kondisinya sangat jauh dari sebelumnya,” imbuhnya.

Anwar mengungkapkan bahwa ia mendapati kondisi kulit anaknya melepuh. Saat ditanya, istrinya menyebutkan bahwa NS mengalami demam.

Ia juga mengakui bahwa dugaan kekerasan bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, sang istri pernah dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan terhadap NS.

“Sebelumnya dulu juga pernah terjadi penganiayaan, saya laporkan, cuma istri saya datang memohon, sujud ke saya dan akhirnya saya minta saran ke Pak Asep dan tidak ada salahnya memaafkan siapa tahu berubah,” terangnya.

Saat itu, istrinya membuat surat dan video pernyataan. Namun laporan tersebut disebut belum dicabut.

“Dibikinkan surat pernyataan dan video pernyataan, dan sebetulnya laporan tersebut belum dicabut. Itu setahun yang lalu, kelas 6 SD kan sekarang kelas 1 SMP,” imbuhnya.

Baca Juga: Indonesia Kantongi Tarif 0 Persen untuk 1.819 Produk ke AS

Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi, Kombes Pol dr. Carles Siagian, menyampaikan hasil autopsi awal menunjukkan adanya luka bakar pada sejumlah bagian tubuh korban.

“Dari hasil ditemukan, anak-anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung dan luka bakar, juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena luka bakar,” ujar Carles kepada awak media, Jumat, 20 Februari 2026.

Meski demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab pasti kematian. Hasil laboratorium lanjutan masih ditunggu untuk mengetahui kemungkinan faktor lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Rekomendasi

Terkini

X