Krisis Air Minum Masih Terus Menghantui Warga Aceh Tamiang Pascabanjir

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 6 Januari 2026 | 08:06 WIB
Sejumlah warga di Aceh Tamiang mengeluhkan kekurangan air minum.  (Dok. Instagram/amienashal)
Sejumlah warga di Aceh Tamiang mengeluhkan kekurangan air minum. (Dok. Instagram/amienashal)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera masih terus dilakukan oleh relawan dan pemerintah. Namun, di Kabupaten Aceh Tamiang, warga kini dihadapkan pada persoalan baru berupa krisis air minum.

Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup parah saat banjir melanda. Meski kondisi di kawasan perkotaan perlahan membaik, kebutuhan dasar berupa air minum justru mulai sulit diperoleh warga.

Baca Juga: Rumah Hancur, Bantuan Hilang: Kisah Pilu Warga Pidie Jaya Pascabanjir

Kondisi tersebut terungkap melalui unggahan akun Instagram @amienashal pada Minggu, 4 Januari 2025. Dalam keterangannya, pemilik akun menyebut bahwa bantuan air minum yang sebelumnya melimpah kini mulai berkurang.

“Dulu kebutuhan ini banyak yang bantu, tapi sekarang sudah mulai jarang,” tulisnya dalam kolom caption.

Dalam video yang diunggah, pemilik akun terlihat membagikan masker kepada warga yang berkumpul di pinggir jalan di wilayah Aceh Tamiang. Saat dihampiri, sejumlah warga justru menanyakan apakah relawan membawa air minum.

“Udah langka kali Aqua sekarang. Air minum kami nggak ada,” ujar salah satu warga.

Warga lainnya mengeluhkan bahwa mereka belum menerima bantuan air galon, meski dalam satu lokasi terdapat beberapa kepala keluarga.

“Air aja kami di sini nggak dikasih galonnya. Sementara kami di sini ada 4 Kepala Keluarga,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang menyebut belum ada toko atau kedai yang kembali beroperasi, sehingga mereka tak bisa membeli air minum secara mandiri.

“Kami air yang krisis. Beli belum ada yang buka kedai,” ujarnya.

Baca Juga: 40 Hari Pascabanjir, Warga Ketol Bertahan Hidup dengan Tali Sling

Ia menambahkan, pada masa awal pascabanjir, banyak warga atau pengendara yang melintas dan singgah untuk memberikan bantuan air minum. Namun, kini bantuan tersebut semakin jarang datang.

“Dulu banyak orang-orang motoran dikasih, sekarang udah kurang bantuan airnya. Sekarang nggak ada lagi,” imbuhnya.

Menurut warga, saat ini sebagian besar bantuan air minum lebih banyak disalurkan ke daerah pelosok, sementara kawasan kota mulai luput dari distribusi bantuan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X