Tanpa Seragam, Anak-Anak Aceh Tamiang Tetap Kembali ke Sekolah

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 6 Januari 2026 | 07:45 WIB
Anak-anak di Aceh Tamiang sudah mulai bersekolah.  (Dok. TikTok/almehra45)
Anak-anak di Aceh Tamiang sudah mulai bersekolah. (Dok. TikTok/almehra45)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Anak-anak di Aceh Tamiang mulai kembali menjalani aktivitas belajar setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Bencana itu sempat menghentikan proses pendidikan karena banyak sekolah rusak, bahkan ada yang tak lagi dapat digunakan.

Seiring dimulainya kembali kegiatan belajar secara nasional pada Senin (5/1/2026), usai libur akhir semester dan Natal-Tahun Baru, sebagian siswa di Aceh Tamiang tetap berangkat ke sekolah meski dalam kondisi serba terbatas. Semangat untuk kembali belajar terlihat jelas, walau fasilitas dan perlengkapan belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Influencer Sherly Annavita Ungkap Perjuangan Petani Durian di Aceh Tengah Pascabanjir

Momen hari pertama sekolah pascabanjir itu terekam dalam video yang diunggah akun TikTok @almehra45. Dalam video tersebut, tampak anak-anak datang ke sekolah diantar orang tua mereka. Sejumlah orang tua bahkan mengantarkan hingga ke gerbang sekolah, sementara sebagian lainnya masuk ke halaman sekolah.

“Hari pertama sekolah pascabanjir bandang, 5 Januari 2026, Aceh Tamiang,” tulis keterangan dalam video yang diunggah pada Senin, 5 Januari 2026.

Anak-anak terlihat tidak mengenakan seragam sekolah. Sebagian memakai pakaian seadanya, bahkan ada yang menggunakan sandal dan sepatu boots plastik.

Kondisi ruang kelas pun masih jauh dari normal. Salah satu ruangan tampak hanya dialasi tikar, dengan dinding yang masih menyisakan garis bekas lumpur banjir.

Situasi serupa juga terlihat dalam unggahan akun resmi SMKN 3 Karang Baru, Aceh Tamiang. Video yang dibagikan memperlihatkan siswa dan guru berkumpul di lapangan sekolah pada hari pertama masuk. Para guru pun tampak hadir tanpa mengenakan seragam mengajar seperti biasanya.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa proses pembelajaran akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi pascabanjir dan demi keselamatan seluruh warga sekolah.

“Sekolah dibuka secara bertahap dengan memperhatikan kebersihan lingkungan, kesiapan sarana prasarana, serta keselamatan warga sekolah,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Sumur Bor Rp15 Juta vs Rp150 Juta, Publik Bertanya Soal Transparansi Keuangan Negara

“Ini langkah awal untuk bangkit bersama dan melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan,” lanjutnya.

Semangat para siswa untuk kembali bersekolah meski tanpa seragam menuai respons positif dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kegigihan anak-anak Aceh Tamiang.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X