Tanpa Alat Berat, Warga Pematang Durian Bersihkan Jembatan di Tengah Gelap

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 24 Desember 2025 | 13:15 WIB
Warga Pematang Durian, Aceh Tamiang saat bergotong royong membuka akses jembatan yang tertutup lumpur.  (Dok. TikTok/penguin.fittinghope)
Warga Pematang Durian, Aceh Tamiang saat bergotong royong membuka akses jembatan yang tertutup lumpur. (Dok. TikTok/penguin.fittinghope)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Di tengah keterisolasian akibat banjir yang melanda Desa Pematang Durian, Kabupaten Aceh Tamiang, semangat kebersamaan warga justru menyala kuat.

Tanpa menunggu alat berat atau bantuan resmi tiba, masyarakat setempat memilih turun langsung membersihkan sisa lumpur demi membuka kembali akses vital desa mereka.

Baca Juga: Jelang Natal, Kapolda Sumut Pastikan Gereja Terdampak Bencana Siap Digunakan

Aksi gotong royong ini terekam dalam video yang diunggah akun TikTok @penguin.fittinghope pada Senin (22/12/2025). Dalam rekaman tersebut, terlihat puluhan warga bekerja bahu-membahu membersihkan jembatan desa yang sebelumnya tertutup lumpur tebal dan tak bisa dilalui.

Dengan peralatan seadanya dan mengandalkan tenaga manual, warga berusaha mengangkat lumpur yang menumpuk di badan jembatan.

Meski hari telah gelap, tekad mereka tak surut demi memastikan jalur distribusi bantuan dan mobilitas warga kembali terbuka.

“Desa Pematang Durian, gotong royong untuk jalan akses ke desa,” ujar salah satu warga yang merekam proses pembersihan tersebut.

Minimnya penerangan tak menyurutkan upaya mereka. Warga memanfaatkan cahaya lampu mobil yang diarahkan ke jembatan agar aktivitas pembersihan tetap bisa dilakukan.

“Penerangan seadanya,” imbuh warga tersebut, menggambarkan kondisi darurat yang mereka hadapi.

Baca Juga: Helibox Airdrop Dipersoalkan, Letkol Supriyanto Tegaskan Tak Ada Bantuan Kosong

Jembatan itu menjadi satu-satunya akses utama keluar-masuk desa, sehingga keberadaannya sangat krusial bagi pemulihan pascabanjir. Meski kelelahan tampak jelas, semangat dan canda sesekali terdengar di antara warga yang bekerja hingga malam.

Upaya swadaya warga Desa Pematang Durian ini menjadi potret nyata kekuatan gotong royong di tengah keterbatasan. Di saat bantuan belum sepenuhnya menjangkau, solidaritas warga menjadi harapan utama untuk kembali bangkit.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X