Jelang Natal, Kapolda Sumut Pastikan Gereja Terdampak Bencana Siap Digunakan

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 24 Desember 2025 | 07:55 WIB
Jelang Perayaan Natal, Polri Gencarkan Perbaikan Gereja dan Posko Ibadah di Sumut (Dok. Istimewa )
Jelang Perayaan Natal, Polri Gencarkan Perbaikan Gereja dan Posko Ibadah di Sumut (Dok. Istimewa )

PONTIANAKGLOBE.COM, MEDAN -- Menjelang perayaan Hari Raya Natal, pemerintah melalui Kepolisian Republik Indonesia memastikan pemulihan rumah ibadah di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara berjalan maksimal.

Langkah ini dilakukan agar umat Kristiani tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman meski berada dalam situasi pascabencana.

Baca Juga: Helibox Airdrop Dipersoalkan, Letkol Supriyanto Tegaskan Tak Ada Bantuan Kosong

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyampaikan bahwa Polri memfokuskan upaya pada pembersihan dan perbaikan gereja-gereja yang terdampak banjir dan longsor.

Selain itu, pengamanan tempat ibadah turut diperketat, termasuk opsi relokasi pelaksanaan ibadah ke posko-posko yang telah disiapkan apabila bangunan gereja belum layak digunakan.

“Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen untuk memastikan perayaan Hari Natal di wilayah terdampak bencana dapat berlangsung dengan aman dan lancar, kami melaksanakan langkan pemulihan melalui pembersihan dan perbaikan gereja, pengamanan tempat ibadah, serta relokasi ibadah ke lokasi dan posko yang telah ditentukan,” ujar Kapolda Sumut dalam pernyataannya, Senin (22/11/2025). 

Tak hanya berfokus pada sarana ibadah, Polri juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan warga terdampak.

Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), layanan kesehatan dan pengobatan gratis telah diberikan kepada 6.041 masyarakat di berbagai daerah terdampak bencana.

Baca Juga: Teddy Indra Wijaya Bicara, Pakar Sebut Momentum Luruskan Persepsi Publik

Sementara itu, pemulihan psikologis turut menjadi perhatian melalui program trauma healing yang dilaksanakan oleh Biro SDM Polri. Pendampingan ini menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang mengalami tekanan mental akibat bencana.

“Terkait pemulihan kondisi masyarakat pascabencana, Kami berfokus pada pemulihan fisik dan psikologis para pengungsi,” jelasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X