PONTIANAKGLOBE.COM, TAKENGON -- Banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tengah menyebabkan krisis energi bagi warga setempat. Setelah pasokan BBM sempat terhenti, kini gas LPG juga mulai menipis. Warga Takengon pun terpaksa mencari alternatif agar dapur tetap menyala.
Dalam unggahan akun Instagram @masjidnurulashri, terlihat warga mengumpulkan kayu hanyut di sungai sebagai pengganti gas LPG.
"Mulai kehabisan gas untuk memasak, warga di Aceh terpaksa pakai kayu bakar yang hanyut untuk jadi kayu bakar," tulis keterangan video pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Baca Juga: Bocah Aceh Pilih Al-Qur’an Daripada Mainan, Kisah Haru Pascabanjir
Video itu menunjukkan warga menepikan potongan kayu dan menumpuknya di pinggir sungai, siap digunakan untuk memasak.
Beragam komentar warganet muncul, sebagian prihatin karena banyaknya kayu yang hanyut menandakan kerusakan hulu sungai, sebagian lain salut pada ketangguhan warga. Akun @sez***** menulis, "Kembali ke bahan bakar kayu, di situ akan makin menghargai pohon."
Akun @ew****** menambahkan, "Nggak berhenti ini kayu lewat tiap ada air ngalir, bener-bener rusak baian hulunya."
Baca Juga: AHY Ungkap Dampak Banjir Aceh: Rp26 Triliun untuk Pulihkan Infrastruktur
Sementara akun @jill********* menyoroti kondisi darurat, "Pakai kayu gratis di depan rumah masaknya, karena kondisi begini nggak tau sampai kapan."
Pasokan BBM di Aceh Tengah kini mulai didistribusikan lewat jalur udara. Setelah sempat terisolasi, SPBU di beberapa titik, termasuk Takengon, mulai beroperasi. Harga BBM sempat tembus Rp100 ribu per liter ketika distribusi hanya bisa dilakukan dengan jalan kaki.***
Artikel Terkait
Medan Tanggap Darurat Banjir: Ribuan Warga Mengungsi, Rico Waas Pastikan BBM Aman
Pasokan BBM Kolaps di Sumatera: Pertamina Mengaku Distribusi Putus Total
Banjir Meluas, Bahlil akan Telisik Peran Izin Tambang Lama yang Diterbitkan Pemda
Listrik Aceh Akan Menyala Lagi, Bahlil Pastikan Pemulihan 93% dalam Semalam
Buni Amin Soroti Kayu Raksasa di Aceh Tamiang, Bukti Dahsyatnya Banjir Bandang
Di Balik Lumpur Banjir Aceh, Muncul Butiran Diduga Emas