Bocah Aceh Pilih Al-Qur’an Daripada Mainan, Kisah Haru Pascabanjir

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 20 Desember 2025 | 19:00 WIB
Ketika anak-anak Aceh yang lebih memilih Al-Qur'an dibanding mainan saat berada di posko pengungsian. (Dok. TikTok/Ikramafro)
Ketika anak-anak Aceh yang lebih memilih Al-Qur'an dibanding mainan saat berada di posko pengungsian. (Dok. TikTok/Ikramafro)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Di bawah tenda pengungsian sempit dan panas, anak-anak korban banjir di Aceh harus bertahan tiga minggu lebih jauh dari rumah mereka yang hancur.

Melalui unggahan TikTok @Ikramafro, terekam percakapan menyentuh dengan para pengungsi cilik.

Baca Juga: AHY Ungkap Dampak Banjir Aceh: Rp26 Triliun untuk Pulihkan Infrastruktur

Mereka tidak lagi bermain, melainkan menghadapi gigitan nyamuk, rasa takut, dan kehilangan rumah.

Seorang bocah laki-laki menyebut, "22 hari di tenda pengungsian," sementara anak lain menambahkan, "Sakit hati, karena rumah-rumah orang sudah tidak ada lagi."

Meski tubuh mereka tidak pegal, ancaman dari alam liar tetap menakutkan, termasuk ular di sekitar tenda.

Baca Juga: Detik-Detik Sungai Cidadap Meluap, Permukiman Warga Sukabumi Diterjang Arus Deras

Yang paling menggetarkan, ketika ditanya keinginan mereka, bocah-bocah itu tidak meminta mainan. Mereka justru ingin sarana untuk beribadah.

"Al-Qur'an, aku enggak minta mainan, mau ngaji," ucap salah satu bocah polos namun penuh keyakinan, menunjukkan ketabahan dan iman di tengah musibah.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X