PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Di bawah tenda pengungsian sempit dan panas, anak-anak korban banjir di Aceh harus bertahan tiga minggu lebih jauh dari rumah mereka yang hancur.
Melalui unggahan TikTok @Ikramafro, terekam percakapan menyentuh dengan para pengungsi cilik.
Baca Juga: AHY Ungkap Dampak Banjir Aceh: Rp26 Triliun untuk Pulihkan Infrastruktur
Mereka tidak lagi bermain, melainkan menghadapi gigitan nyamuk, rasa takut, dan kehilangan rumah.
Seorang bocah laki-laki menyebut, "22 hari di tenda pengungsian," sementara anak lain menambahkan, "Sakit hati, karena rumah-rumah orang sudah tidak ada lagi."
Meski tubuh mereka tidak pegal, ancaman dari alam liar tetap menakutkan, termasuk ular di sekitar tenda.
Baca Juga: Detik-Detik Sungai Cidadap Meluap, Permukiman Warga Sukabumi Diterjang Arus Deras
Yang paling menggetarkan, ketika ditanya keinginan mereka, bocah-bocah itu tidak meminta mainan. Mereka justru ingin sarana untuk beribadah.
"Al-Qur'an, aku enggak minta mainan, mau ngaji," ucap salah satu bocah polos namun penuh keyakinan, menunjukkan ketabahan dan iman di tengah musibah.***
Artikel Terkait
Kisah Dua Bocah Aceh Tamiang yang Bikin Donasi Mengalir
Di Tengah Bencana, Pengungsi Aceh Tetap Utamakan Ibadah
109 Truk Bantuan Dikerahkan, Danantara dan BP BUMN Fokuskan Aceh
Buni Amin Soroti Kayu Raksasa di Aceh Tamiang, Bukti Dahsyatnya Banjir Bandang
Di Balik Lumpur Banjir Aceh, Muncul Butiran Diduga Emas
Potret Darurat Pangan di Aceh Tamiang: Bayi 10 Bulan Hanya Makan Mie Instan