Medan Tanggap Darurat Banjir: Ribuan Warga Mengungsi, Rico Waas Pastikan BBM Aman

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 30 November 2025 | 08:18 WIB
Menyoroti fakta terkini bencana banjir besar yang melanda Kota Medan di Sumatera Utara, pada Sabtu, 29 November 2025.  (Dok. Pemkot Medan)
Menyoroti fakta terkini bencana banjir besar yang melanda Kota Medan di Sumatera Utara, pada Sabtu, 29 November 2025. (Dok. Pemkot Medan)

PONTIANAKGLOBE.COM, MEDAN -- Wali Kota Medan, Rico Waas menetapkan status tanggap darurat bencana banjir setelah wilayahnya terendam sejak Rabu, 26 November 2025. Penetapan ini berlaku mulai 29 November hingga 11 Desember 2025, berdasarkan surat keputusan bernomor 188.44/15.K yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota.

“Menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam berupa Banjir di wilayah Kota Medan Tahun 2025 selama 14 (empat belas) hari,” demikian bunyi keputusan tersebut.

Baca Juga: Pengamat Bongkar Motif di Balik Tim Reformasi Internal Polri Bentukan Kapolri

Banjir yang meluas membuat 19 dari 21 kecamatan terdampak, mencakup 128 lingkungan dengan 7.402 rumah terendam. Ribuan warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Data Pusdalops PB Kota Medan mencatat 1.829 orang sudah mengungsi di 11 titik yang disiapkan. Evakuasi juga tengah dilakukan terhadap 645 warga yang masih terjebak di 28 kelurahan.

Kawasan terdampak tersebar di antara lain Medan Johor, Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Baru, Medan Sunggal, Medan Polonia, Medan Petisah, Medan Helvetia, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.

Di tengah upaya penyelamatan, muncul kekhawatiran tentang kelangkaan BBM akibat distribusi yang tersendat. Menanggapi isu tersebut, Rico Waas meminta masyarakat tetap tenang karena pasokan dinyatakan aman oleh Pertamina.

Ia menjelaskan bahwa hambatan distribusi terutama disebabkan cuaca buruk di Pelabuhan Belawan dan banjir di sejumlah titik.

“Kami menghimbau masyarakat kota Medan untuk tidak panik,” katanya kepada awak media di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman.

“(Hal itu) karena rekan-rekan Pertamina menyatakan stok BBM cukup,” terangnya.

Baca Juga: Kombes Budi Hermanto Tegaskan Pemeriksaan ABH Tak Bisa Disamakan dengan Dewasa

Rico menegaskan bahwa kapal pengangkut BBM yang sudah bersandar di Belawan tidak bisa melakukan bongkar muat akibat kondisi cuaca dan banjir. Ia mengimbau warga tidak melakukan pembelian berlebihan.

"Kami juga minta masyarakat bersabar dan tidak panic buying,” ujar Rico.

“Agar BBM yang didistribusikan ke SPBU oleh Pertamina dapat disalurkan secara merata,” tutupnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X