Prabowo Sentil Pejabat Nakal: Mark Up Masih Menggurita

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 30 November 2025 | 06:34 WIB
Presiden Prabowo peringatkan para menteri hingga birokrat untuk mengawasi anak buah hingga pejabat untuk tidak memainkan anggaran.  (Dok. YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo peringatkan para menteri hingga birokrat untuk mengawasi anak buah hingga pejabat untuk tidak memainkan anggaran. (Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan sikap tegas pemerintahannya dalam memperketat pengawasan anggaran dan memberantas praktik korupsi, khususnya mark up yang dilakukan oknum birokrat maupun pejabat. Pesan itu ia sampaikan saat Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Jakarta, Jumat, 28 November 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo meminta masyarakat ikut terlibat dalam pengawasan. Ia menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya ditopang pemerintah, tetapi memerlukan peran publik untuk memastikan anggaran negara tidak dimanipulasi.

“Masalahnya adalah, saya mohon dukungan saudara-saudara, kita harus memberantas korupsi dari Indonesia ini,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Drama Baru di PBNU: Sekjen Diganti, Polemik Wewenang Gus Yahya Kian Menguat

Prabowo kemudian menyoroti praktik mark up yang masih terjadi di berbagai instansi. Ia memberikan peringatan keras kepada birokrat maupun pejabat yang masih berupaya mempermainkan anggaran.

Ia menyebut mengetahui berbagai modus yang digunakan para pelaku.

“Anggaran dirong-rong, mark-up di mana-mana. Saya minta menteri-menteri awasi anak buahmu, awasi pejabat-pejabatmu,” kata Prabowo.

“Saya kasih peringatan ya, para birokrat, kalau masih ngotot mau mempermainkan anggaran, mengira bahwa kita bodoh, mark up di mana-mana.”

Presiden ke-8 RI itu juga menyinggung praktik menaikkan nilai anggaran hingga ratusan kali lipat dari harga sebenarnya. Ia memberi contoh ekstrem bahwa barang seharga Rp1 juta dapat dinaikkan sampai 150 kali lipat.

“Barang harganya Rp1 juta, dinaikin 150 kali. Jangan kira saya tidak tahu,” tegasnya.

Baca Juga: Petugas KRL Terdepak, Kini Anita Ikut Dipecat: Efek Viral yang Makan Korban

Prabowo menekankan bahwa setiap rupiah dari anggaran negara harus digunakan untuk kepentingan publik. Ia menyoroti pentingnya efisiensi anggaran agar bisa dialokasikan ke sektor pendidikan, kesejahteraan guru, dan perbaikan fasilitas sekolah.

“Kita butuh setiap Rupiah untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan guru-guru, perbaikan sekolah,” tuturnya.

Di penghujung pidatonya, Prabowo kembali memberikan pesan keras kepada seluruh aparatur negara.

"Jangan mencuri uang rakyat!” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X