Prabowo Sorot Elite Lama: Kekayaan Negara Dibawa Kabur ke Luar Negeri

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Selasa, 18 November 2025 | 05:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto minta pejabat harus bekerja lebih cepat dan tak sekadar omon-omon.  (Dok. YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto minta pejabat harus bekerja lebih cepat dan tak sekadar omon-omon. (Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menghentikan praktik korupsi, menutup kebocoran kekayaan negara, dan memastikan seluruh sumber daya Indonesia kembali dinikmati rakyat.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri peluncuran perangkat interactive flat panel atau smartboard di SMPN 4 Kota Bekasi pada Senin, (17/11/2025).

Baca Juga: Sat Resnarkoba Polres Ketapang Tangkap Dua Pengedar Narkoba

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti pengelolaan kekayaan alam Indonesia yang menurutnya selama ini tidak diurus dengan baik oleh para pemimpin sebelumnya, sehingga kekayaan bangsa justru lebih dulu dinikmati pihak lain selama ratusan tahun.

Ia menekankan bahwa Indonesia tidak boleh membiarkan kondisi di mana hanya sedikit orang yang menikmati kekayaan negara.

Ia bahkan menyoroti adanya pihak-pihak yang tidak mencintai tanah air dan tega membawa lari kekayaan Indonesia ke luar negeri.

“Kita harus akui karena kita sebagai bangsa, terutama para pemimpin-pemimpinnya kurang pandai untuk menjaga dan mengelola kekayaan tersebut, maka ratusan tahun kekayaan kita diambil oleh bangsa lain,” kata Prabowo.

“Indonesia tidak boleh mempertahankan keadaan di mana yang menikmati kekayaan Indonesia hanya segelintir orang, ini harus kita hentikan," tambahnya. 

Prabowo mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak tenaga ahli untuk mengelola sumber daya alam secara optimal, mulai dari dokter, insinyur, hingga ilmuwan.

Selain itu, ia menyinggung persoalan kesenjangan sosial dan kondisi hidup masyarakat yang masih serba sulit, termasuk anak-anak yang bersekolah tanpa makan terlebih dahulu.

“Saya tidak rela di abad ke-21 ini masih ada rakyat kita yang hidupnya sangat sulit, anak-anak yang sekolah tidak makan,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah harus menghadirkan perubahan yang cepat dan nyata, bukan sekadar banyak bicara.

“Rakyat membutuhkan hasil yang cepat. Tidak boleh terlalu banyak omon-omon, pintar ngomong,” ujar Prabowo. 

Baca Juga: Skandal Kuota Haji Rp1 Triliun: Jejak Aliran Dana Mulai Terungkap

Kehadirannya di Bekasi sekaligus menandai peluncuran smartboard yang diharapkan dapat mendukung transformasi digital pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X