Sorotan Tajam ke Dunia Pendidikan: Bullying Didiamkan, Nyawa Melayang?

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Senin, 17 November 2025 | 10:27 WIB
Menyoroti kisah tragis korban yang meninggal dunia setelah diduga alami perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan.  (Dok. Instagram.com/@vocazine)
Menyoroti kisah tragis korban yang meninggal dunia setelah diduga alami perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan. (Dok. Instagram.com/@vocazine)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Dugaan kasus perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan kembali menyita perhatian publik setelah seorang siswa berinisial MH (13) meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Sejak pertama kali dibawa ke rumah sakit, keluarga menyebut kondisi MH sudah koma dan tidak pernah benar-benar sadar hingga akhirnya wafat pada Minggu, (16/11/2025). 

Rizky Fauzi, kakak sepupu MH, menceritakan kondisi itu kepada wartawan. Ia mengatakan MH langsung masuk ruang ICU begitu tiba di RS Fatmawati.

“Adik sepupu saya meninggal dunia masih di ruang ICU dari semenjak pas masuk ke RS Fatmawati di Jumat–Minggu lalu,” ujarnya.

Baca Juga: RI Punya Kapal Selam Tanpa Awak! Ini Perbandingannya dengan AS, Rusia, China

Sebelum dirujuk, MH sempat dirawat di RS Colombus BSD.

“Kalau dari dokter sendiri pun belum bisa ungkap, karena adik sepupu masih koma,” tambahnya.

Ia menuturkan keluarga belum membuat laporan polisi karena masih fokus pada pemakaman.

Namun, menurutnya, KPAI telah menyampaikan rencana menjatuhkan sanksi kepada pihak sekolah.

“Yang saya dengar KPAI mau memberi sanksi ke sekolah. Kalau dari pihak keluarga belum melaporkan, karena kita lagi fokus ke sini,” ucapnya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan turut menangani kasus ini. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, hadir dalam pemakaman MH di Serpong untuk menyampaikan duka cita sekaligus memastikan dukungan pemerintah terhadap keluarga.

"Saya hadir mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan ke pemakaman MH yang meninggal, menyampaikan duka dan mendoakan kubur,” kata Pilar.

Ia menyebut prosesi pemakaman berjalan lancar dengan pendampingan dari kepala dinas dan anggota dewan. Pilar juga menegaskan pihaknya mendukung penuh penyelidikan aparat kepolisian.

“Kami dari Pemkot Tangsel tentu mengucapkan turut berduka cita. Mudah-mudahan almarhum diberi terang kubur dan segala ibadahnya diterima Allah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kota Tangsel telah berkoordinasi dengan KPAI untuk memperkuat perlindungan anak dan evaluasi internal terkait perundungan.

Sosialisasi anti-bullying disebutnya sudah dilakukan secara rutin, namun kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X