Prabowo Disorot Positif, ICW Nilai Pemberantasan Korupsi Kembali Hidup

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Selasa, 11 November 2025 | 20:57 WIB
ICW soroti pemberantasan korupsi oleh KPK.  (Dok. KPK.go.id)
ICW soroti pemberantasan korupsi oleh KPK. (Dok. KPK.go.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai kini mulai tampak kebangkitan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kembali aktif mengusut berbagai kasus korupsi besar.

Pandangan itu disampaikan aktivis ICW, Almas Sjafrina, dalam tayangan podcast bersama Bambang Widjojanto yang diunggah Selasa,(11/11/2025).

Baca Juga: Mahfud MD Sindir Hedonisme dan Pemerasan di Tubuh Polri

Sebelumnya, Bambang mengungkap hasil survei Great Institute yang memberi apresiasi terhadap langkah pemberantasan korupsi di era Presiden Prabowo, meski tetap menekankan perlunya peningkatan upaya lebih lanjut.

Menurut Almas, apresiasi publik terhadap langkah antikorupsi saat ini wajar mengingat tahun 2024 sempat terjadi penurunan signifikan dalam penindakan kasus korupsi di berbagai lembaga penegak hukum.

“Di tahun-tahun sebelumnya pelemahan KPK itu sangat terstruktur, berdampak pada menurunnya penindakan. Tren terakhir yang kami publish di 2024 memang menurun dibanding tahun sebelumnya,” ujar Almas.

Ia menjelaskan, penurunan itu terjadi bukan hanya di KPK, tetapi juga Polri dan Kejaksaan, yang menunjukkan lemahnya koordinasi antarlembaga dalam menindak kasus korupsi.

“Sekarang KPK dan Kejaksaan mulai genjot lagi. KPK kelihatan seperti macan yang baru bangun tidur, meski belum sepenuhnya bangun karena banyak kasus belum tuntas,” ujarnya.

 “Jangan sampai baru mau jadi macan, balik lagi jadi meong,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, ICW juga menyoroti perbaikan internal KPK di bawah komisioner baru yang disebut mulai menata ulang sistem dan meningkatkan transparansi.

“Entah karena faktor pemerintahan baru atau faktor komisioner baru, tapi KPK mulai menunjukkan taringnya lagi,” kata Almas.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang Widjojanto menyoroti pentingnya dukungan publik untuk menguatkan gerakan antikorupsi.

“Pemberantasan korupsi tak akan optimal tanpa gerakan sosial yang melibatkan masyarakat secara sistematis,” tegasnya.

Baca Juga: Sengketa Lahan 16,4 Hektare: Jusuf Kalla Tantang Mafia Tanah di Pengadilan

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya membangun pemerintahan bersih dan bebas penyelewengan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X