Mahfud MD Sindir Hedonisme dan Pemerasan di Tubuh Polri

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Selasa, 11 November 2025 | 19:26 WIB
Mahfud MD menyebut titik terburuk Polri berada di sektor penegakan hukum.  (Dok. YouTube Mahfud MD)
Mahfud MD menyebut titik terburuk Polri berada di sektor penegakan hukum. (Dok. YouTube Mahfud MD)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai titik terlemah Polri berada pada sektor penegakan hukum, sementara fungsi pengayoman dan pelayanan publik dinilai masih berjalan baik.

“Yang buruk di penegakan hukum. Kalau pengayoman, pelayanan, itu nampaknya baik,” ujar Mahfud dalam tayangan YouTube pribadinya, Senin, (10/11/2025). 

Baca Juga: Sengketa Lahan 16,4 Hektare: Jusuf Kalla Tantang Mafia Tanah di Pengadilan

Mahfud, yang juga tergabung dalam Komite Percepatan Reformasi Polri, mengungkapkan bahwa kelemahan-kelemahan itu bahkan telah diakui secara internal.

Menurutnya, sejumlah masalah seperti hedonisme, kesewenang-wenangan, dan pemerasan turut diakui muncul dalam laporan tim reformasi di hadapan para petinggi Polri.

“Kelemahan-kelemahan kami yang disorot masyarakat ada hedonisme, kesewenang-wenangan, pemerasan, dan macam-macam itu muncul di presentasi mereka tadi,” jelas Mahfud.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Mahfud memberikan tenggat waktu tiga bulan kepada tim reformasi agar menghasilkan langkah nyata. Reformasi ini, kata dia, akan bersifat terbuka dan partisipatif, melibatkan masyarakat dalam memberikan masukan dan solusi.

“Dalam dua minggu ke depan kami mentargetkan tiga bulan lah, tiga bulan tuh sudah ada produknya,” ungkapnya.

Mahfud juga menegaskan bahwa reformasi ini bukan bentuk perlawanan terhadap Polri, melainkan upaya kolaboratif agar perubahan bisa berjalan efektif.

“Tim ini tidak datang sebagai musuh. Kalau datang sebagai musuh pasti tidak akan efektif, maka kita bicara ketemulah dari hati-hati,” tegasnya.

Baca Juga: Dua Komisi Reformasi Polri Jalan Bersamaan, Jimly Pastikan Tak Ada Benturan

Ia menutup dengan tantangan kepada publik agar tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap permasalahan yang terjadi di tubuh Polri.

“Masyarakat disilakan bicara dan memberi solusi, jangan hanya ngeritik, lho. Kalau ngeritik bahwa di polisi banyak pemerasan, semua orang sudah tahu, tapi kenapa ini terjadi,” pungkas Mahfud.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X