China Klaim Buka Lapangan Kerja, Mahfud MD: Iya, Buat Orang Mereka Sendiri

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 15:34 WIB
Mahfud MD ungkap tenaga kerja di proyek Whoosh didominasi China.  (Dok. YouTube Mahfud MD Official - Instagram/keretacepat_id)
Mahfud MD ungkap tenaga kerja di proyek Whoosh didominasi China. (Dok. YouTube Mahfud MD Official - Instagram/keretacepat_id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Polemik proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh kembali ramai diperbincangkan setelah PT KAI mengungkap bahwa pembayaran bunga utang proyek itu sudah mencapai Rp2 triliun, sementara pendapatan tiket baru menyentuh sekitar Rp5 triliun.

Situasi ini makin panas ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan menggunakan dana dari APBN untuk menutup utang yang membengkak hingga Rp116 triliun.

Baca Juga: Erick Thohir Menegaskan era Shin Tae-yong Selesai, PSSI Siap Halaman Baru Timnas

Mahfud MD kemudian ikut menyoroti proyek tersebut. Dalam pernyataannya, ia mengingatkan kembali dugaan adanya mark up dalam proses pengadaan proyek KCIC yang pernah disampaikan pengamat kebijakan publik Agus Pambagio dan pengamat ekonomi Anthony Budiawan.

Mahfud juga menilai, meskipun Whoosh beroperasi di Indonesia, proyek ini masih lebih banyak dikendalikan oleh pihak China.

Melalui kanal YouTube Mahfud MD Official pada Jumat malam, (24/10/2025), Mahfud mengungkapkan bahwa dalam proyek tersebut Indonesia memiliki 60 persen saham, sementara China 40 persen.

Namun, posisi strategis justru didominasi oleh ekspatriat China seperti presiden komisaris, direktur keuangan, dan direktur teknik.

“Sekarang ini China sudah mulai mendapat keuntungan, sedangkan Indonesia masih menanggung utang yang bunganya saja sangat besar,” ujarnya.

Mahfud juga mengutip data dari riset thepeoplesmap.net yang menyebut bahwa dari total 39 ribu tenaga kerja, seharusnya 24 ribu di antaranya adalah pekerja lokal.

Namun kenyataannya, posisi manajemen level atas justru diisi oleh tenaga asing, sementara pekerja Indonesia sebagian besar hanya berada di posisi rendah.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengklaim proyek Whoosh memberi manfaat besar bagi perekonomian Indonesia dengan membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan di daerah sekitar jalur kereta.

Baca Juga: Fakta Baru! Tito Sebut Data Purbaya Ketinggalan Dua Bulan Soal Dana Pemda

Guo juga menegaskan, China siap terus bekerja sama dengan Indonesia untuk memastikan operasional kereta cepat berjalan aman dan stabil, termasuk memperpanjang tenor pembayaran utang hingga 40 tahun.

Meski begitu, pernyataan Guo tersebut tampaknya belum cukup menenangkan kritik publik yang melihat proyek ini lebih banyak menguntungkan China ketimbang rakyat Indonesia.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X