PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Bagi anak skena dan pemburu fashion murah di Kota Pontianak, nama Jeruji dan Pasar Tengah pasti sudah gak asing lagi di telinga.
Dua kawasan ini adalah "surga dunia" buat kamu yang ingin tampil modis, punya brand luar negeri ternama, tapi dengan budget kantong pelajar.
Baca Juga: Kreator Muda Katolik Belajar Produksi Konten Digital di Pontianak
Aktivitas membongkar tumpukan baju bekas alias thrifting kini sudah bertransformasi dari sekadar alternatif belanja murah menjadi gaya hidup Gen Z.
Namun, di balik keseruan berburu kaos vintage atau jaket gorpcore seharga puluhan ribu rupiah, ada perputaran roda bisnis yang sangat masif di sana.
Banyak anak muda Pontianak yang awalnya cuma hobi belanja, sekarang malah sukses jadi pelapak dan meraup cuan jutaan rupiah per bulan.
Pertanyaannya: di tengah gempuran aturan pembatasan impor pakaian bekas, apakah bisnis thrift shop di Pontianak ini masih menjadi ladang cuan yang menjanjikan, atau justru para pelapak harus bersiap gulung tikar?
Baca Juga: Dari Konten Viral ke Konten Bermakna, Pelajaran Peserta PKSN XIII
Yuk, kita kuliti dari kacamata bisnis!
Rahasia Cuan dari Bal Pakaian Bekas
Sistem bisnis thrifting konvensional sebenarnya berpusat pada pembelian "Bal Segel"—yaitu karung besar berisi ratusan potong pakaian acak yang diimpor dari luar negeri (biasanya Korea, Jepang, atau Malaysia).
Hitung-hitungan Modal
Satu bal segel biasanya dibanderol mulai dari Rp4 juta hingga Rp8 juta, tergantung jenis pakaiannya (misal kemeja, kaos, atau jaket tebal).
Strategi Sortir (The Sorting Game)
Di sinilah insting bisnis diuji.
Di dalam satu bal, biasanya terdapat 10–20% barang berkategori Head alias kualitas premium/bermerek tinggi.
Artikel Terkait
Pakaian Bekas Asing Ancam Industri Tekstil Lokal, Sultan: Ujian Nasionalisme Petugas dan Masyarakat
Kemendag Sita 19.391 Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp112 Miliar di Bandung, Ternyata Berasal dari 3 Negara Ini
Operasi Besar Polda Metro Bongkar Pemasok Utama Pakaian Bekas Impor
Pakar Ekonom Soroti Impor Baju Bekas: Persaingan Nggak Fair, Negara Rugi, Industri Kolaps
Sungai Bekas Banjir di Bener Meriah Disulap Jadi Wisata Dadakan
Kreator Muda Katolik Belajar Produksi Konten Digital di Pontianak