Demam Thrift Shopping di Jalan Bali & Ampera: Ladang Cuan atau Siap-Siap Tergusur Aturan Baru?

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Minggu, 31 Mei 2026 | 11:02 WIB
Suasana pasar pakaian bekas atau lelong di Iligan City, Northern Mindanao, Filipina. (Pexels @Bryan)
Suasana pasar pakaian bekas atau lelong di Iligan City, Northern Mindanao, Filipina. (Pexels @Bryan)

Baju bekas yang ukurannya terlalu besar atau memiliki noda kecil dijahit ulang, dikombinasikan dengan kain lain, dan diubah menjadi tas, rompi, atau jaket model baru yang unik.

Strategi ini justru menaikkan nilai jual produk berkali-kali lipat tanpa perlu ketergantungan pada bal impor segar.

Jika kamu baru mau terjun ke bisnis ini, hindari langsung berspekulasi membeli bal segel utuh.

Mulailah dengan modal kecil dengan cara mengurasi (hunting) baju-baju pilihan di Jalan Bali atau Ampera pada jam subuh saat toko baru buka bongkaran, lalu jual kembali secara online dengan margin keuntungan tipis terlebih dahulu.

Kreativitas adalah Kunci Selamat
Bisnis thrifting di Pontianak memang tidak semudah lima tahun lalu karena terganjal regulasi.

Namun, selama anak muda Pontianak tetap haus akan penampilan modis dengan harga terjangkau, pasarnya akan selalu ada.

Di tahun ini, pemenangnya bukan lagi siapa yang punya modal paling besar untuk beli bal, melainkan siapa yang paling kreatif mengemas barang bekas menjadi produk fesyen yang punya nilai seni tinggi.

Gimana? Sudah siap berburu barang vintage besok subuh di Jeruju? 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X