Tahap berikutnya: jika hasil positif, pasien menjalani dekontaminasi dengan mandi serta mengganti pakaian.
Tahap lanjutan: pemeriksaan darah untuk mengukur kadar limfosit. Bila di bawah 1.500, dilakukan WBC, dan jika serius, pasien dirujuk ke RS Fatmawati.
Baca Juga: Duka Sidoarjo, Bangunan Ponpes Al Khoziny Ambruk, 5 Santri Meninggal, Puluhan Luka-Luka
Kemenkes menegaskan, dampak jangka pendek paparan Cs-137 antara lain mual, muntah, diare, dan penurunan sel darah putih.
Adapun dampak jangka panjang bisa meningkatkan risiko kanker serta gangguan imunitas.
“Sejauh ini, kasus yang ditemukan masih dalam tingkat paparan yang bisa ditangani,” jelas Aji.
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Radiasi Cs-137 tidak dapat dideteksi kasat mata, sehingga diperlukan pemeriksaan medis.
Masyarakat juga diminta segera melapor ke tenaga kesehatan jika mengalami gejala mencurigakan.
Selain itu, Kemenkes mengimbau masyarakat menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rajin cuci tangan, mandi setelah beraktivitas di area berisiko, makan bergizi, serta cukup istirahat.
“Tidak perlu khawatir berlebihan. Pemerintah telah melakukan dekontaminasi, pengamanan lokasi, dan penanganan medis,” pungkas Aji. ***
Artikel Terkait
Menteri Bappenas Suharso Mau Tata Ulang Kawasan Industri Morowali dan Konawe
USS 2024 X BRImo, BRI Dukung Kreativitas Anak Muda di Industri Fashion dan Lifestyle
Kisah Chintya Gabriella, Berawal dari Cover Lagu, Kini Berkarya di Industri Musik
Logistik San Agustin Kalbar Siap Tumbuh Lewat Kolaborasi Kampus-Industri
AI untuk Liburan, 28 Persen Gunakan untuk Travel Planning, 96 Persen Puas dengan Rekomendasi! Sinyal Besar bagi Industri Pariwisata Digital
Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya