PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kawasan industri modern Cikande, Banten, menjadi sorotan publik setelah ditemukan material radioaktif Cesium-137 (Cs-137).
Pemerintah menduga pencemaran radiasi itu berasal dari aktivitas peleburan logam bekas di PT Peter Metal Technology (PMT).
Baca Juga: DPRD Kayong Utara Teriak! Dana Pusat Dipangkas, Infrastruktur Terancam Lumpuh
Dampaknya cukup serius, hingga Amerika Serikat menolak produk udang beku asal Indonesia pada Agustus 2025.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/9/2025), menyampaikan bahwa Cikande ditetapkan sebagai zona kejadian khusus radiasi Cs-137.
“Satgas memastikan kontaminasi Cs-137 hanya terjadi di Cikande, tidak pada rantai pasok nasional maupun ekspor,” ujar Zulhas.
1.500 Lebih Orang Diperiksa
Sejak penetapan zona radiasi, lebih dari 1.500 pekerja dan warga sekitar telah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, dari 1.562 orang yang diperiksa, sembilan orang terindikasi positif terpapar radiasi internal berdasarkan pemeriksaan whole body counter (WBC).
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebut kondisi kesembilan pasien stabil.
Mereka kini dirawat di RS Fatmawati, Jakarta, setelah mendapatkan obat khusus Prussian Blue dan perawatan intensif.
“Edukasi dan komunikasi risiko kepada masyarakat terus dilakukan agar tetap tenang namun waspada. Pemeriksaan juga akan diperluas menunggu hasil pemetaan dari BAPETEN dan BRIN,” kata Aji, Jumat (3/10/2025).
Penanganan Berlapis
Menurut Aji, penanganan paparan Cs-137 dilakukan dengan sistem deteksi berlapis.
-
Tahap awal: pemeriksaan menggunakan surveymeter untuk mengukur paparan eksternal pada tubuh dan pakaian.
Artikel Terkait
Menteri Bappenas Suharso Mau Tata Ulang Kawasan Industri Morowali dan Konawe
USS 2024 X BRImo, BRI Dukung Kreativitas Anak Muda di Industri Fashion dan Lifestyle
Kisah Chintya Gabriella, Berawal dari Cover Lagu, Kini Berkarya di Industri Musik
Logistik San Agustin Kalbar Siap Tumbuh Lewat Kolaborasi Kampus-Industri
AI untuk Liburan, 28 Persen Gunakan untuk Travel Planning, 96 Persen Puas dengan Rekomendasi! Sinyal Besar bagi Industri Pariwisata Digital
Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya